Varash Fun Grounding 2026: 4.000 Peserta Padati Pantai Petitenget Badung

Varash Fun Grounding 2026 4.000 Peserta Padati Pantai Petitenget Badung
Ribuan peserta Varash Fun Grounding 2026 memadati Pantai Petitenget, Minggu (8/11/2026).

BADUNG – balinusra.com | Kegiatan Varash Fun Grounding 2026 yang berlangsung di Pantai Petitenget, Kerobokan, Kabupaten Badung, pada Minggu (8/11/2026), berlangsung sangat meriah. Sekitar 4.000 peserta dari berbagai komunitas dan kawasan tumpah ruah memadati area pantai.

Acara tersebut diinisiasi oleh Varash bekerja sama dengan Desa Adat Kerobokan serta Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat Kerobokan. Agenda utama kegiatan ini adalah mengajak masyarakat luas untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas earthing atau grounding. Sekaligus menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar.

Owner Varash sekaligus penggagas wellness, I Putu Eka Suryawan, menyampaikan rasa harunya atas antusiasme masyarakat yang melimpah. Kegiatan grounding yang awalnya digerakkan lewat komunitas kecil Varash kini berkembang pesat dan disambut hangat oleh publik.

“Terus terang, hari ini saya sebagai owner Varash sekaligus penggagas wellness merasa sangat terharu. Ada sekitar 4.000 orang yang hadir dan tumpah ruah di tempat ini untuk bersama-sama belajar bagaimana menjaga kesehatan,” ungkap I Putu Eka Suryawan di lokasi acara.

Tiga Pesan Utama Kampanye Hidup Sehat Melalui Grounding

Melalui aktivitas sederhana seperti berjalan tanpa alas kaki di atas pasir, tanah, maupun rumput, Varash mengajak masyarakat membangun kebiasaan rutin untuk terkoneksi lebih dekat dengan alam.

Dalam sambutannya, Putu Eka menekankan tiga pesan kunci bagi seluruh peserta:

  1. Melepaskan alas kaki (sandal maupun sepatu) selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
  2. Menikmati acara dengan penuh kegembiraan serta saling menebarkan senyum antar sesama peserta.
  3. Membawa dan menerapkan kebiasaan positif tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi 52 Banjar dan Komunitas PAKIS di Kabupaten Badung

Keberhasilan penyelenggaraan acara ini mendapat dukungan dari organisasi perempuan dan struktur adat lokal. Ketua PAKIS Desa Adat Kerobokan, Ni Putu Ayu J. Sastamidhyani, mengoordinasikan sekitar 1.500 peserta yang berasal dari perwakilan 52 banjar di wilayah Desa Adat Kerobokan.

Jumlah tersebut melengkapi partisipasi masyarakat umum dan berbagai komunitas hingga mencapai total 4.000 pengunjung. Koordinasi intensif dilakukan oleh para manggala PAKIS di setiap banjar. Serta diperluas melalui kolaborasi dengan PAKIS Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung.

Sejumlah kelompok PAKIS dari desa adat sekitar juga turut bergabung, di antaranya Desa Adat Berawa, Desa Adat Canggu, Desa Adat Pererenan, Desa Adat Padang Luwih.

Selain sebagai ajang kesehatan bersama, kegiatan ini menjadi wahana efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan keharmonisan krama di wilayah Desa Adat Kerobokan yang terbagi dalam 52 banjar.

Hiburan Rakyat, Yoga Ketawa, dan Kepedulian Lingkungan

Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Ngurah Putra Suryaningrat, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara Varash, pihak desa adat, dan PAKIS. Komunikasi dan persiapan yang matang telah dirancang sejak awal demi kelancaran acara.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan aksi kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pantai. Untuk menambah keseruan, panitia menyajikan beragam aktivitas rekreasi.

Seperti sesi Yoga Ketawa untuk kebugaran fisik dan mental, Pentas Musik yang dimeriahkan oleh penyanyi Bagus Wirata. Serta pengundian doorprize dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

Dukungan Pemkab Badung Berlandaskan Tri Hita Karana

Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Varash Fun Grounding 2026. Sambutan Bupati Badung yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Widiada, menegaskan bahwa acara ini memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik, ketenangan pikiran, dan keharmonisan alam.

Seluruh pihak berharap kolaborasi lintas komunitas, organisasi perempuan, dan desa adat ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Harapannya kegiatan grounding ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan tumbuh menjadi gerakan sosial untuk membangun pola hidup sehat. Sekaligus memperkuat solidaritas krama berlandaskan nilai Tri Hita Karana. Baiq