Berjalan Tanpa Alas Kaki: Prof. Made Jawi Ungkap Manfaat Terapi Grounding untuk Kesehatan Tubuh

Berjalan Tanpa Alas Kaki Prof. Made Jawi Ungkap Manfaat Terapi Grounding untuk Kesehatan Tubuh
Prod. Dr. dr. Made Jawi, M. Kes.

BADUNG – balinusra.com | Berjalan tanpa alas kaki di atas permukaan tanah, pasir, rumput, maupun bebatuan kini semakin diminati sebagai bagian dari terapi kesehatan alami. Aktivitas yang dikenal luas dengan istilah grounding ini ternyata menyimpan penjelasan medis tersendiri bagi keseimbangan tubuh manusia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes., memaparkan pentingnya kontak langsung antara kulit tubuh dan permukaan bumi untuk memelihara fungsi sel. Serta menetralkan dampak buruk energi negatif.

Mekanisme Grounding dalam Menetralkan Radikal Bebas

Tubuh manusia ditopang oleh miliaran sel yang bekerja tanpa henti untuk menjalankan fungsi metabolisme. Namun, dalam proses metabolisme alami tersebut, tubuh juga menghasilkan zat sisa berupa radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel jika jumlahnya berlebihan.

Prof. Made Jawi menjelaskan, radikal bebas atau muatan negatif berlebih di dalam sel harus segera dinetralkan agar tidak menimbulkan kerusakan sel.

“Kekuatan negatif ini kalau terlalu banyak, dia harus dinetralkan. Kalau tidak netral, maka sel akan rusak. Cara menetralkan paling bagus adalah kita mengadakan kontak dengan alam,” terang Prof. Jawi usai menghadiri acara Varash Fun Grounding di Pantai Petitenget, Badung, Minggu (8/11/2026).

Syarat Utama Terapi Grounding: Wajib Tanpa Alas Kaki

Menurut Prof. Jawi, pelaksanaan terapi grounding dapat memanfaatkan berbagai media alami yang ada di lingkungan sekitar. Seperti permukaan tanah, pasir pantai, rumput, bebatuan, hingga air.

Meski terlihat sederhana, Prof. Jawi menekankan satu syarat wajib agar terapi ini memberikan hasil optimal, yakni tubuh harus bersentuhan langsung dengan bumi tanpa menggunakan alas kaki.

“Kita begitu kontak dengan alam, hal-hal yang negatif atau disebut radikal bebas yang merusak sel, akan dinetralkan dari energi yang ada di dalam tanah, di dalam pasir, di dalam air. Dengan catatan kita harus tidak boleh memakai alas kaki,” tegasnya.

Bumi memiliki sifat alami dalam menyeimbangkan muatan energi negatif di dalam tubuh. Apabila tubuh kelebihan muatan negatif, bumi akan menariknya. Sebaliknya, jika tubuh kekurangan, bumi akan menyeimbangkannya.

Dapat Mengendalikan Hipertensi, Diabetes, hingga Kolesterol

Selain menetralkan radikal bebas, Prof. Jawi mengaitkan aktivitas grounding dengan upaya menjaga kesehatan dan mengendalikan beberapa gangguan kesehatan kronis. Seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi).

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, ia menyarankan terapi grounding ini dilakukan secara rutin selama 10 hingga 20 menit setiap hari.

Namun, ia pun mengingatkan bahwa grounding harus diimbangi dengan pola hidup sehat, asupan nutrisi yang baik. Serta kondisi pikiran yang terjaga.

“Tetapi harus ditambah dengan perilaku kita, ya. Cara berpikirnya bagus, nutrisinya bagus, grounding, hipertensinya bisa normal, gula darahnya bisa normal, kolesterolnya bisa normal. Yang paling penting adalah radikal bebasnya ternetralisasi,” pungkas Prof. Jawi. Baiq