BADUNG – balinusra.com | Pemerintah Kabupaten Badung mengumumkan rencana pembangunan trem bandara-Canggu untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di salah satu destinasi wisata terpopuler di Bali. Pembangunan moda transportasi massal tersebut menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dan akan memasuki tahap groundbreaking pada tahun 2026.
Jika seluruh proses berjalan lancar sesuai rencana, moda transportasi modern ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028.
Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Badung, Kamis (3/9/2026).
Menurut Adi Arnawa, proyek trem ini dirancang sebagai salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di sepanjang rute menuju kawasan Canggu.
Mengapa Proyek Trem Bandara-Canggu Sangat Mendesak?
Kawasan Canggu telah berkembang menjadi pusat daya tarik wisata baru di Bali. Namun, pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang memadai.
Bupati Adi Arnawa menyoroti bahwa laju pertumbuhan jumlah kendaraan saat ini sudah sangat tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang ada.
“Berbagai upaya kita lakukan memang untuk mengatasi kerumitan dari berbagai akses menuju Canggu. Kalau kita lihat dibandingkan dengan ruas jalan yang kita miliki dengan jumlah kendaraan, memang sudah tidak sebanding lagi,” ujarnya.
Oleh karena itu, kehadiran jalur transportasi alternatif berbasis rel seperti trem diharapkan dapat memindahkan beban volume kendaraan dari jalan raya ke moda transportasi massal yang lebih efisien.
Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Timeline PT KAI
Rencana pembangunan trem ini bukan sekadar wacana daerah, melainkan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat. Tujuannya untuk menyediakan infrastruktur transportasi baru yang menghubungkan area bandara langsung ke Canggu.
“Nah, dengan kondisi demikian, ternyata pemerintah pusat gayung bersambut dengan kita. Pemerintah pusat mengambil kebijakan bahwa untuk mengatasi kemacetan akses dari bandara menuju Canggu ini, dibuatlah jalur baru dengan memanfaatkan trem nanti. Trem yang akan dibangun dari bandara menuju Canggu,” kata Bupati Adi Arnawa.
Lanjutnya menjelaskan, berdasarkan timeline resmi yang dipaparkan oleh Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI), proyek infrastruktur ini akan berjalan bertahap dengan target waktu yang jelas.
“Dan ini secara bertahap. Malah kalau saya lihat groundbreaking-nya berdasarkan timeline yang disampaikan oleh Pak Direktur KAI, bahwa ternyata mulai tahun 2026 ini sudah groundbreaking dan ditarget. Astungkara kalau ini bisa tidak ada halangan, tahun 2028 sudah beroperasi,” jelasnya.
Tahapan Proyek Trem Bali
Meskipun jadwal konstruksi fisik telah ditetapkan, pemerintah tidak terburu-buru dan memastikan seluruh regulasi serta aspek sosial terpenuhi. Saat ini, Pemkab Badung berkomitmen untuk mengikuti setiap tahapan yang tertuang dalam dokumen timeline pembangunan.
Tahapan awal yang saat ini meliputi sosialisasi intensif kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Termasuk konsultasi dengan berbagai pihak terkait demi kelancaran rencana pembangunan jalur trem dari bandara ke Canggu.
Kehadiran trem Bandara-Canggu tidak hanya diproyeksikan sebagai solusi kemacetan. Tetapi juga sebagai katalisator peningkatan kualitas infrastruktur pariwisata di Kabupaten Badung secara keseluruhan.
“Saya kira kalau melihat dari segi tujuannya bagus. Mudah-mudahan nanti dengan pembangunan trem ini otomatis akan meningkatkan kapasitas infrastruktur kita. Otomatis akan berdampak terhadap tingkat daya saing kepariwisataan kita semakin meningkat,” ujarnya.
Selain memudahkan aksesibilitas wisatawan yang hendak menuju Canggu, pemerintah berharap moda transportasi trem ini juga menjadi atraksi wisata baru yang unik.
Bahkan, Adi Arnawa berharap kehadiran trem ini mampu menghidupkan kembali pesona pariwisata di kawasan Kuta. Secara historis Kuta merupakan ikon pariwisata legendaris di Bali.
“Ini akan juga menjadi satu daya tarik yang baru. Sehingga orang akses menuju Canggu, termasuk mungkin akan mengembalikan Kuta ini. Kuta yang merupakan icon pariwisata kita dari dulu nih. Mudah-mudahan dengan pembangunan ini, dengan penataan ini, akan semakin orang tertarik, akan semakin orang merasa nyaman untuk menikmati pantai di Kuta. Termasuk orang yang berlibur di Kuta,” pungkasnya. Baiq





