DENPASAR – balinusra.com | Industri kapal pesiar internasional kembali melirik potensi tenaga kerja asal Bali. Lebih dari 500 calon pekerja mengikuti proses interview yang digelar oleh PT Augustea Intcrews Indonesia. Rekrutmen ini guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja bidang hospitality untuk Royal Caribbean Group.
Tingginya antusiasme para pencari kerja di Bali membuat durasi rekrutmen khusus ini diperpanjang. Rencana awalnya hanya dua hari, namun membludaknya peserta membuat panitia menambah durasi seleksi menjadi tiga hari.
Fokus Posisi Hospitality dan Rute Pelayaran Dunia
Chief Executive Officer PT Augustea Intcrews Indonesia, Angga Luthfi Eldrianto menjelaskan, ratusan kandidat tersebut dipersiapkan untuk mengisi posisi strategis di bidang hospitality. Terutama di departemen housekeeping, culinary, serta food and beverage.
Para pekerja yang lolos seleksi nantinya memiliki kesempatan emas untuk ditempatkan di rute pelayaran internasional yang mencakup wilayah Amerika hingga berbagai negara di Eropa.
“Proses ini berlangsung selama tiga hari karena animo sangat tinggi. Awalnya hanya dua hari, tetapi karena peminatnya sangat tinggi, akhirnya diperpanjang menjadi tiga hari,” kata Angga.
Tahapan Seleksi dan Target Rekrutmen
Interview yang saat ini tengah berlangsung merupakan tahap awal. Kandidat yang berhasil memenuhi kriteria akan melaju ke tahap seleksi berikutnya pada September 2026, yang akan dilakukan langsung oleh pihak pengguna atau Royal Caribbean Group.
Dari total 500 lebih peserta, PT Augustea menargetkan untuk menjaring sekitar 300 pekerja yang benar-benar memenuhi kualifikasi.
“Interview tahap kedua pada September oleh user dari Royal. Jika dari proses hari ini bisa menjaring sekitar 300 kandidat yang memenuhi kriteria, mereka akan mengikuti wawancara tahap dua,” terangnya.
Syarat Utama: Kemampuan Bahasa Asing dan Kesiapan Mental
Selain pengalaman di bidang hospitality, Angga menekankan pentingnya kemampuan bahasa asing sebagai persyaratan utama. Calon pekerja juga wajib memiliki dokumen internasional yang lengkap. Termasuk paspor, sebelum mengikuti final interview.
Keseimbangan antara hard skill (teknis) dan soft skill (mental) menjadi perhatian utama tim seleksi. Terutama bagi kandidat kategori entry level.
“Keduanya harus seimbang. Karena jumlah yang dibutuhkan sangat banyak, jangan sampai kita mengabaikan kualitas. Mental juga harus dipersiapkan karena banyak kandidat berasal dari entry level. Sehingga bekerja di luar negeri akan menjadi pengalaman baru bagi mereka,” jelas Angga.
Keunggulan SDM Bali di Industri Kapal Pesiar
Komang Deddy Ariawan, selaku tim rekrutmen PT Augustea Intcrews Indonesia, memberikan apresiasi terhadap kualitas kandidat yang hadir. Ia menyatakan bahwa banyak peserta yang sudah memiliki kualifikasi sesuai standar global yang ditetapkan oleh Royal Caribbean Group. “Kami menghire kandidat yang sesuai dengan ketentuan dari Royal,” katanya.
Deddy juga menegaskan, Bali tetap menjadi kontributor terbesar dalam penyediaan tenaga kerja profesional untuk industri kapal pesiar internasional. Pengalaman masyarakat Bali di sektor pariwisata menjadi modal kuat untuk bersaing dengan kandidat dari negara lain.
“SDM Bali dan pengalaman yang dimiliki sangat memadai untuk berkompetisi di tingkat internasional dengan pesaing dari berbagai negara. Kita di Bali sangat mampu bersaing di industri ini,” pungkasnya.
Proses rekrutmen ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi tenaga kerja lokal Bali untuk memperluas jenjang karir mereka di kancah global melalui industri hospitality kapal pesiar. Baiq





