Festival KutaKita: Kolaborasi Strategis Bangkitkan Ekosistem F&B dan Kuliner Lokal Bali

Festival KutaKita Kolaborasi Strategis Bangkitkan Ekosistem F&B dan Kuliner Lokal Bali
Festival KutaKita dan Ray Janson Radio Industry Night di Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Kartika Plaza Mall pada Senin malam (10/8/2026), berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung.

BADUNG – balinusra.com | Kawasan Kuta, Bali, kembali menunjukkan geliat sebagai pusat kreativitas dan bisnis kuliner nasional. Melalui Festival KutaKita yang berkolaborasi dengan Ray Janson Radio Industry Night, industri food and beverage (F&B) kini menjadi motor penggerak utama dalam menghidupkan kembali ekosistem ekonomi di kawasan legendaris ini.

Acara yang berlangsung di Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Kartika Plaza Mall pada Senin malam (10/8/2026) ini berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung. Serta melibatkan 85 perusahaan F&B terkemuka.

Wadah Kolaborasi Industri F&B dan Networking Global

Festival ini bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan ruang pertemuan strategis bagi pemilik restoran, chef, bartender, barista, hingga supplier dan pelaku UMKM.

Ray Janson, Chef sekaligus Founder Ray Janson Radio Industry Night, menegaskan bahwa antusiasme tahun ini melonjak drastis. Dari target awal 1.000 peserta menjadi sekitar 2.000 orang yang melakukan reservasi.

“Hari ini adalah acara Ray Janson Radio Industry Night. Kita bertemu dan ngobrol dengan orang-orang yang bergerak di bidang industri F&B, seperti chef, barista, bartender, supplier, distributor, dan owner. Acara ini digelar setahun sekali dan sudah berjalan selama empat tahun,” kata Ray Janson.

Menurutnya, pertumbuhan minat ini membuktikan besarnya kebutuhan akan jaringan industri yang kuat. “Agenda ini semakin penting sebagai wadah untuk kolaborasi, saling belajar, membangun jaringan industri F&B, menemukan investor baru. Sekaligus membuka berbagai kerjasama lainnya,” tambahnya.

Mebat: Mengangkat Kekuatan Kuliner Lokal Nusantara

Salah satu sorotan utama dalam agenda ini adalah kampanye untuk kembali ke akar lokal. Sebagai kritik terhadap ketergantungan pada bahan baku impor, festival ini menghadirkan tradisi Mebat, aktivitas memasak bersama yang merupakan bagian integral dari budaya sosial masyarakat Bali.

Kegiatan Mebat melibatkan tokoh kuliner seperti Jero Mangku dan Chef Yudi dari Dapur Bali Mule, Tejakula. Pesan yang dibawa sangat jelas, yakni, kekayaan pangan lokal Nusantara memiliki potensi besar untuk bersaing di industri global, tanpa harus selalu bergantung pada bahan impor.

Vice Chairperson KutaKita Discovery Kartika Plaza Hotel, Damiyana Petracia menjelaskan, festival dijadwalkan berlangsung hingga 15 Januari 2027, dan dibangun dengan semangat inklusivitas.

“Kami sebenarnya open dan berkolaborasi dengan siapa pun. Karena F&B ini adalah industri, dan yang paling besar adalah Ray Janson Radio Industry Night. Kami memberikan kesempatan untuk saling support, mulai dari area, venue sponsor, venue partnership, mengumpulkan talent, networking, semuanya ada di sini,” kata Damiyana.

Lebih dari sekadar festival, KutaKita memiliki visi jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan Kuta sebagai ruang publik yang hidup dan kreatif.

“Tujuan utama Festival KutaKita adalah membuat Kuta kembali seperti dulu, ramai lagi, bangkit lagi, dan terus hidup,” tegasnya.

Dukungan Penuh untuk UMKM dan Inovasi Ekonomi

KutaKita juga membuka pintu bagi kegiatan CSR, seni, budaya, dan pengembangan komunitas. Dampak nyata dari pertemuan ini adalah terciptanya peluang kerja sama baru antara pelaku usaha lokal dengan investor nasional.

“Adanya industri F&B networking sekarang membuat kami benar-benar happy. Banyak yang kembali berkumpul dari seluruh Bali dan nasional. Kami benar-benar support UMKM untuk terus bangkit dan memperluas jaringan pasar. Di Festival KutaKita, kami membuka peluang bagi UMKM dan industri F&B untuk berkolaborasi membangun jaringan,” pungkas Damiyana.

Keberhasilan Festival KutaKita membuktikan bahwa kebangkitan sebuah kawasan wisata tidak hanya bergantung pada angka kunjungan wisatawan. Tetapi juga kekuatan kolaborasi dan inovasi komunitas di dalamnya. Ferry