Strategi Badung Tekan Stunting: Bunda PAUD Bekali 100 Guru Jadi Fasilitator Orang Tua

Strategi Badung Tekan Stunting Bunda PAUD Bekali 100 Guru Jadi Fasilitator Orang Tua
Bunda PAUD Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Workshop Guru PAUD di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kerobokan, Senin (27/4/2026). Foto: Ist

BADUNG – balinusra.com | Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat strategi inovatif untuk menekan angka stunting melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik. Bunda PAUD Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Workshop Guru PAUD sebagai Fasilitator Kelas Orang Tua yang bertempat di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kerobokan, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni 27-28 April 2026, dan diikuti oleh 100 guru PAUD dari seluruh wilayah Kabupaten Badung. Acara ini juga dihadiri oleh Kasi Tendik PAUD dan PNF Disdikpora Badung, serta jajaran Pengawas TK Kabupaten Badung.

Bunda PAUD Luruskan Persepsi Stunting

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat mengenai stunting. Ia menegaskan, stunting memiliki dampak jangka panjang yang serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Seringkali kita mengira stunting itu hanya masalah anak yang bertubuh pendek. Padahal, stunting bukan semata-mata soal tinggi badan, melainkan ancaman nyata terhadap perkembangan otak dan kemampuan daya saing generasi kita di masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, penanganan stunting telah menjadi prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sector. Sehingga tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak Dinas Kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Rasniathi menilai guru PAUD memiliki posisi yang sangat vital. Karena mereka berinteraksi langsung dengan anak-anak pada masa golden age atau usia emas pertumbuhan. Melalui workshop ini, guru diharapkan mampu menjalankan peran ganda sebagai fasilitator sekaligus komunikator yang handal bagi orang tua murid.

Poin Utama dari Workshop Guru PAUD

Ada beberapa poin utama yang ditekankan Bunda PAUD untuk diimplementasikan oleh para guru di satuan pendidikan masing-masing. Poin pertama disiplin pencatatan, dalam hal ini guru diminta akurat dalam mengisi kartu tumbuh kembang anak sebagai dasar evaluasi kesehatan.

Poin kedua adalah guru menjadi sumber informasi yang efektif bagi orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang benar. Kemudian ketiganya yaitu ilmu yang didapat dari workshop diharapkan segera dipraktikkan untuk memastikan generasi Badung tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Guru PAUD berada di garis terdepan dalam upaya ini. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan anak-anak di usia paling krusial,” pungkas Rasniathi. Baiq