DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak cepat dalam mengoptimalkan operasional mesin di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Fokus utama saat ini diarahkan pada TPST Tahura 1, yang diproyeksikan mampu menangani volume sampah hingga 200 ton per hari.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan komitmennya saat meninjau langsung proses instalasi dan operasional di lokasi tersebut pada Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, percepatan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan penanganan sampah di Kota Denpasar berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Target TPST Tahura 1 dan 2
Secara keseluruhan, TPST Tahura 1 dan TPST Tahura 2 ditargetkan memiliki kapasitas total pengolahan mencapai 300 ton sampah setiap harinya. Kapasitas ini didukung oleh tiga unit mesin pengolahan yang tersebar di kedua lokasi tersebut.
Saat ini, meski instalasi lanjutan masih terus dikebut, TPST Tahura 1 sudah mulai memproses sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Selain RDF, optimalisasi juga difokuskan pada produksi karbon sebagai produk akhir dari pengolahan sampah tersebut.
“Proses instalasi masih berjalan, namun pengolahan sampah menjadi RDF sudah dilakukan dan akan terus kami optimalkan,” jelas Jaya Negara.
Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Walikota Jaya Negara dalam peninjauan tersebut adalah pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Ia mengajak masyarakat Denpasar untuk ikut berperan aktif dalam memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang.
Keberhasilan mesin pengolah sampah sangat bergantung pada kondisi input sampah yang diterima. Jika sampah sudah terpilah, proses pengolahan di TPST akan menjadi jauh lebih cepat dan maksimal.
“Masyarakat adalah kunci. Jika sampah sudah terpilah sejak dari sumber, produktivitas mesin akan meningkat drastis,” tambahnya.
Sinergi Pengolahan Sampah Terpadu di Denpasar
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, merinci pembagian fokus pengolahan sampah di berbagai titik kota.
Ia menyebutkan, TPST Tahura 1 dan 2 fokus pada produksi RDF dan karbon (target total 300 ton/hari). Kemudian, PDU Padangsambian Kaja khusus pengolahan sampah anorganik, TPST Kesiman Kertalangu fokus untuk sampah organik. Serta TPS3R fokus pengolahan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.
Dengan rampungnya seluruh instalasi mesin, operasional pengolahan sampah di Denpasar diharapkan dapat mencapai titik optimal. Dukungan masyarakat dalam memilah sampah menjadi sinergi yang sangat dibutuhkan agar penanganan masalah sampah di perkotaan dapat teratasi dengan baik. Baiq





