Rayakan HUT ke-27, IDEP Selaras Alam Tanam Ratusan Beringin di Hutan Sambangan Buleleng

Rayakan HUT ke-27, IDEP Selaras Alam Tanam Ratusan Beringin di Hutan Sambangan Buleleng
Aksi nyata IDEP Selaras Alam menanam bibit pohon beringin di salah satu tiitik lokasi kawasan Hutan Sambangan.

BULELENG – balinusra.com | Menandai perjalanan hampir tiga dekade dalam pelestarian lingkungan, IDEP Selaras Alam merayakan hari jadi yang ke-27 dengan aksi nyata di lapangan. Bukan sekedar seremonial, IDEP memilih melakukan penanaman pohon beringin di kawasan Hutan Sambangan, tepatnya di wilayah Munduk Muara, pada Jumat, 15 Mei 2026.

Aksi ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara IDEP Selaras Alam dengan Gerakan Kawal Hutan Desa Sambangan. Tidak hanya masyarakat lokal, berbagai instansi pemerintah juga turut berpartisipasi dalam kloter pertama penanaman, di antaranya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Singaraja, PDAM Buleleng, UPTD KPH Bali Utara, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng.

Gede Eka Saputra, warga Desa Sambangan mengatakan, terdapat sekitar 400 bibit pohon beringin yang ditanam dalam aksi kali ini guna membantu mengembalikan fungsi ekosistem hutan yang mulai rusak.

Misi Besar: Target Satu Juta Pohon untuk Desa Sambangan

Kondisi Hutan Sambangan saat ini cukup memprihatinkan dengan tingkat kerusakan mencapai luas sekitar 118 hektare. Koordinator Gerakan Kawal Hutan, Dewa Made Gunawan, menegaskan komitmen mereka untuk memulihkan wilayah tersebut.

“Kami memiliki target menanam 1 juta pohon untuk desa kami,” tegas Dewa.

Hingga aksi ke-6 yang bertepatan dengan ulang tahun IDEP ini, total pohon yang telah tertanam mencapai 2.060 pohon, yang terdiri dari jenis beringin dan pohon endemik lainnya.

Untuk menjaga keberlanjutan program, rencananya akan segera dibentuk Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) agar jadwal penanaman lebih teratur.

Komitmen IDEP Selaras Alam: Bali Menanam Sebelum Terlambat

Direktur Eksekutif IDEP Selaras Alam, Edward Angimoy, menekankan pentingnya tindakan sekecil apa pun di tengah situasi krisis iklim. Ia menyoroti bahwa bencana seperti banjir dan tanah longsor semakin sering terjadi. Masyarakat kecil sering kali menjadi korban yang paling terdampak.

“Kegiatan hari ini adalah bagian dari tindakan kecil dalam situasi krisis. Ini saatnya Bali Menanam, sebelum semuanya terlambat,” kata Edward.

IDEP Selaras Alam adalah lembaga non-profit yang berfokus pada pengembangan masyarakat melalui permakultur dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat di Indonesia. Baiq