DENPASAR – balinusra.com | Hubungan bilateral antara Bali dan Tiongkok semakin solid melalui penguatan berbagai sektor strategis. Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan kunjungan resmi kepada Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, H.E. Zhang Zhisheng, untuk membahas akselerasi pembangunan mulai dari infrastruktur teknologi hingga perdagangan komoditas lokal.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026) itu menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak dalam memperkokoh sinergi. Dari bidang ekonomi kreatif, pertanian, hingga transformasi digital.
Gubernur Koster menekankan bahwa hubungan Bali dan Tiongkok bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan memiliki akar historis dan kultural yang kuat.
Kemiripan nilai budaya dan adanya pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok di beberapa tempat suci di Pulau Dewata menjadi pondasi kuat hubungan ini.
“Di sejumlah tempat suci di Bali ada pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok. Secara kultural, masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki nilai-nilai yang cukup mirip dengan budaya Tiongkok,” ujar Koster.
Proyek PSEL Bali, Solusi Sampah dan Energi Terintegrasi
Salah satu poin utama pembicaraan adalah pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Konjen Zhang menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini, dan memastikan keterlibatan investor profesional, Zhejiang Weiming, yang telah memiliki rekam jejak sukses secara internasional.
Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung proyek ini agar berjalan sesuai regulasi. Beberapa poin penting terkait PSEL meliputi target groundbreaking direncanakan pada Juli mendatang. Kemudian, pematangan lahan ditargetkan rampung akhir Juni 2026. Serta target penyelesaian proyek selesai pada Oktober 2027 setelah masa pengerjaan 15 bulan.
Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi permanen atas persoalan sampah di wilayah Denpasar dan Badung, sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih dan modern.
Potensi Ekspor Buah Bali ke Pasar Tiongkok
Selain infrastruktur, sektor pertanian menjadi sorotan utama. Konjen Zhang mengungkapkan bahwa manggis Bali memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Sementara komoditas salak sangat diminati namun masih mengalami kekurangan pasokan di pasar Tiongkok.
“Manggis Bali memiliki potensi ekspor yang sangat besar ke Tiongkok. Salak juga sangat diminati karena rasanya yang khas,” ujar Konjen Zhang.
Dalam upaya transformasi digital, Bali dan negara tersebut terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Hal ini diharapkan semakin memudahkan wisatawan mancanegara asal Tiongkok, yang saat ini menduduki posisi ketiga terbesar di Bali setelah Australia dan India, dalam bertransaksi lintas negara.
Di akhir pertemuan, Koster juga menyatakan kekagumannya terhadap kemajuan teknologi Tiongkok dan sosok Deng Xiaoping yang dianggapnya sebagai inspirasi dalam membangun Pulau Dewata yang progresif. Baiq





