Chinese Bridge 2026 Bali: Menyiapkan Talenta Mandarin Berdaya Saing Global di TCI Unud

Chinese Bridge 2026 Bali Menyiapkan Talenta Mandarin Berdaya Saing Global di TCI Unud
Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba Chinese Bridge 2026 di Gedung Agrokompleks Unud Sudirman.

DENPASAR – balinusra.com | Dalam upaya mencetak generasi muda yang kompetitif di kancah internasional, Tourism Confucius Institute (TCI) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana sukses menyelenggarakan kompetisi Chinese Bridge 2026 tingkat Provinsi Bali.

Acara tersebut berlangsung pada Rabu (13/5/2026), bertempat di Gedung Agrokompleks Unud Sudirman, Denpasar.

Ajang Bergengsi Pencarian Bakat Bahasa Mandarin

Direktur TCI Unud, I Gusti Ngurah Widyatmaja menegaskan, Chinese Bridge bukan sekedar lomba bahasa biasa, melainkan kompetisi bergengsi untuk mengukur kemampuan komunikasi dan wawasan budaya para peserta.

“Kompetisi ini menjadi media untuk melihat perkembangan dan bakat anak-anak,” kata Widyatmaja.

Ia juga menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki potensi bersaing di tingkat internasional.

Widyatmaja melihat Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan bahasa Mandarin di kalangan pelajar dan mahasiswa. Penguasaan bahasa ini dianggap sebagai investasi strategis mengingat posisi China sebagai negara maju.

Bagi siswa yang menguasai bahasa Mandarin berpeluang mendapatkan beasiswa pendidikan di China. Akses untuk melanjutkan studi ke luar negeri juga terbuka luas, serta peluang bekerja di berbagai perusahaan besar asal China juga sangat terbuka.

Antusias Peserta di Berbagai Kategori

Pelaksanaan Chinese Bridge 2026 tahun ini diikuti oleh total 76 peserta pada babak penyisihan. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih 45 finalis yang berlaga di babak final.

Kompetisi ini mencakup empat kategori utama, yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi.

“Dengan adanya kompetisi seperti ini, diharapkan generasi muda Bali semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing mereka sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan,” pungkas Widyatmaja. Baiq