Pameran Lukisan NiWay: Menyelami Makna “Unconditional Love” di Sudakara ArtSpace Bali

Pameran Lukisan NiWay Menyelami Makna Unconditional Love di Sudakara ArtSpace Bali
Seniman Bali Ni Wayan Sutariyani (NiWay) menggelar pameran tunggal "Unconditional Love" di Sudakara ArtSpace, Sanur.

DENPASAR – balinusra.com | Dunia seni rupa Bali kembali diramaikan oleh kehadiran pameran tunggal dari seniman Ni Wayan Sutariyani, atau yang akrab disapa NiWay. Mengusung tajuk “Unconditional Love”, pameran lukisan ini resmi dibuka di Sudakara ArtSpace, Sudamala Resort Sanur, dan akan berlangsung mulai 3 Juli hingga 31 Agustus 2026.

Melalui 19 karya lukis terbaru, NiWay mengajak pengunjung untuk merayakan makna cinta tanpa syarat sebagai nilai universal yang mampu melampaui perbedaan latar belakang agama, budaya, maupun status sosial.

Representasi Cinta dan Spiritualitas dalam Karya Figuratif

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini didominasi oleh gaya lukisan figuratif yang diperkaya dengan sentuhan ekspresif serta simbol-simbol spiritual.

Setiap goresan warna di atas kanvas merupakan rekaman perjalanan batin sang seniman, mulai dari refleksi tentang iman hingga hubungan antarmanusia. Bagi NiWay, “Unconditional Love” bukan sekadar tema, melainkan fondasi utama dalam proses kreatifnya.

“Semua yang saya lakukan hanya karena kasih karunia Tuhan. Saya tidak membawa agama apa pun, tetapi saya membawa keyakinan tentang kasih tanpa syarat,” ungkap NiWay saat pembukaan pameran, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa cinta tanpa syarat ini memiliki spektrum yang luas, mencakup kasih sayang orang tua kepada anak, kepedulian terhadap alam. Hingga empati kepada sesama makhluk hidup.

Perjalanan Emosional di Balik Kanvas

Proses penciptaan 19 lukisan ini diakui NiWay sebagai perjalanan emosional yang mendalam. Kehilangan kedua orang tuanya menjadi titik balik penting yang mendorong produktivitasnya dalam lima tahun terakhir.

Selain pengalaman personal, motivasi terbesarnya lahir dari kalimat sederhana namun bermakna: don’t disgrace yourself.

“Kalimat itu menjadi lecutan terbesar bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik melalui karya-karya yang saya buat,” tambahnya.

Sudakara ArtSpace sebagai Ruang Dialog Budaya

Budayawan Putu Suasta, yang juga penggagas Sudakara ArtSpace, menilai bahwa karya NiWay mengajak publik untuk merenungkan pengorbanan dan pelepasan dari kemelekatan duniawi.

Ia menegaskan bahwa Sudakara ArtSpace hadir bukan sekadar sebagai tempat transaksi seni, melainkan sebagai ruang dialog budaya. Di mana pengunjung dapat memahami gagasan di balik setiap karya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat seni Hartanto menyoroti kekuatan visual NiWay dalam menerjemahkan spiritualitas melalui warna dan bentuk.

Ia bahkan menyandingkan pendekatan ekspresif NiWay dengan pelukis legendaris Meksiko, Frida Kahlo.

“Kalau Frida Kahlo mengekspresikan penderitaan dan kesakitan. Bu Wayan mengekspresikan spiritualitas serta rasa cinta yang tidak terbatas,” jelas Hartanto.

Bagi masyarakat umum dan pecinta seni yang ingin menemukan ruang refleksi tentang cinta, harapan, dan kemanusiaan, pameran “Unconditional Love” oleh NiWay masih dapat Anda kunjungi secara gratis di Sudakara ArtSpace hingga akhir Agustus mendatang. Baiq