BADUNG – balinusra.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan kunci utama dalam menjaga citra pariwisata Bali di mata internasional.
Hal ini disampaikan Koster saat pembukaan Bazar Pelayanan Publik 2026 yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Sabtu (4/7/2026).
Sinergi Pelayanan Terpadu di Jantung Pariwisata
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan layanan administratif, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi lingkungan seperti bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik.
Acara tersebut dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Kepala Kejati Bali Setiawan Budi Cahyono, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. Serta jajaran Forkopimda lainnya.
Menurut Gubernur Koster, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah terus meningkat. Sehingga perlu respons yang cepat, tepat, dan adaptif terhadap dinamika lapangan.
Ia mengingatkan bahwa sebagai destinasi kelas dunia, setiap masalah pelayanan di Bali dapat dengan cepat menjadi perhatian nasional maupun internasional.
Fokus pada Layanan Keimigrasian dan Pariwisata
Salah satu poin strategis yang menjadi sorotan adalah layanan keimigrasian. Mengingat kunjungan wisatawan mancanegara hampir menyentuh angka 7 juta pada tahun 2025, beban layanan keimigrasian di Bali menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
“Jika kita salah dalam memberikan pelayanan, dampaknya akan sangat besar bagi pariwisata Bali,” tegas Koster.
Ia pun menyerukan perlunya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kenyamanan wisatawan dan reputasi Bali tetap terjaga.
Layanan Publik yang Transparan dan Akuntabel
Gubernur Koster mengapresiasi langkah Kejati Bali dalam menghadirkan ruang pelayanan terpadu ini. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan ini memiliki keberlanjutan yang nyata dan tidak hanya bersifat seremonial.
Kajati Bali, Setiawan Budi Cahyono, menambahkan bahwa bazar ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang optimal, transparan, dan akuntabel.
Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan di satu lokasi. Mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, perpajakan, hingga konsultasi hukum. Pihaknya berharap ke depan program ini dapat menjangkau lebih luas ke wilayah lain di luar Kuta.
Pemilihan lokasi di Pantai Kuta juga membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Aksi lingkungan yang menyertai bazar ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan Bali destinasi yang bersih dan tertib. Serta ramah pelayanan bagi wisatawan dunia. Baiq





