Nobar Final Piala Dunia 2026 di Pantai Kuta, Strategi Pemkab Badung Bangkitkan Ekonomi dan UMKM Lokal

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Pantai Kuta, Strategi Pemkab Badung Bangkitkan Ekonomi dan UMKM Lokal
Ilustrasi nobar final Piala Dunia 2026.

BADUNG – balinusra.com | Pemerintah Kabupaten Badung bersiap menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan ikonik Pantai Kuta melalui gelaran nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026. Acara yang akan dipusatkan di Tsunami Shelter Pantai Kuta pada Senin (20/7) dini hari nanti, bukan sekadar hiburan. Melainkan langkah nyata dalam melibatkan pelaku UMKM lokal untuk memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Persiapan kegiatan ini merujuk pada Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang mendorong pemerintah daerah untuk menyemarakkan momentum final sepak bola dunia tersebut.

Momentum Penggerak Ekonomi Kreatif

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung, I Ketut Gede Arta, menegaskan bahwa acara ini dirancang untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

“Ini merupakan tindak lanjut dari surat Kemendagri. Kebetulan final Piala Dunia juga menjadi momentum untuk menggerakkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM,” tegasnya, Jumat (17/7/2026).

Lanjutnya mengatakan, penentuan lokasi di Tsunami Shelter telah dikoordinasikan dengan Askab PSSI Badung. Pemilihan lokasi tersebut dinilai memiliki area yang luas untuk menampung antusiasme warga yang ingin menyaksikan pertandingan pada pukul 03.00 WITA.

Fasilitas Gratis dan Kenyamanan Penonton

Untuk memanjakan pengunjung, Pemkab Badung akan menyediakan videotron berukuran besar. Masyarakat dapat menikmati pertandingan ini secara gratis.

“Gratis. Masyarakat tinggal datang saja. Yang penting bersama-sama menjaga ketenteraman, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung,” kata Gede Arta yang juga mantan Camat Kuta Selatan tersebut.

Panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti bean bag, karpet, dan area lesehan agar suasana menonton lebih nyaman.

Pemberdayaan UMKM Lokal Pantai Kuta

Sektor UMKM menjadi fokus utama dalam acara nobar Piala Dunia 2026. Gede Arta mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bersama Kecamatan Kuta, kelurahan, desa adat, hingga Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan camat bersama jajaran dan desa adat agar menginformasikan kepada masyarakat yang ingin berjualan. Prioritasnya UMKM setempat,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Kuta, I Made Agus Suantara menambahkan, pemasangan videotron pada Minggu (19/7), sehari sebelum laga final mulai. Rangkaian acara sendiri akan dibuka sejak pukul 02.00 WITA dengan berbagai kegiatan pemanasan. Termasuk kuis berhadiah dari Bank BPD Bali dan pembagian merchandise.

“Kegiatan mulai pukul 02.00 WITA. Ada kuis dari BPD dan pembagian merchandise sebelum pertandingan mulai,” terang Agus Suantara.

Sebanyak lima hingga sepuluh UMKM lokal akan menyajikan beragam hidangan hangat seperti ronde, bubur kacang hijau, bakso, hingga aneka jajanan pasar.

“Kami utamakan pedagang yang berada di sekitar Pantai Kuta. Nanti tergantung kapasitas lokasi, perkiraan ada lima sampai sepuluh pedagang yang ikut berjualan,” tambahnya.

Harapan Kebersamaan dan Pendapatan Masyarakat

Dengan kapasitas area yang mampu menampung sekitar 500 penonton, Pemkab Badung berharap kegiatan nobar Piala Dunia 2026 ini dapat mempererat kebersamaan warga. Sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang kecil di kawasan wisata.

“Kami berharap masyarakat bisa menikmati final Piala Dunia bersama-sama di Pantai Kuta. Selain menjadi hiburan, pemerintah juga berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi pedagang lokal,” tutup Agus Suantara. Baiq