DENPASAR – balinusra.com | Seniman kontemporer Bali, Made Wiradana, resmi membuka pameran tunggal bertajuk “KACATRI” di Satrian Art Gallery, Sanur, pada Jumat (10/7/2026). Pameran ini menampilkan 20 karya lukisan terbaru yang menggabungkan elemen visual ekspresif dengan narasi, simbol, serta mitologi Bali yang mendalam.
Gagasan utama di balik pameran KACATRI berakar dari pengalaman spiritual personal yang Made Wiradana alami pada tahun 2024. Ia mengungkapkan bahwa karya-karya ini lahir setelah ia bermimpi bertemu dengan mendiang orang tuanya.
Dalam mimpi tersebut, Wiradana menerima pesan atau wangsit untuk melanjutkan tradisi keluarga sebagai seorang pemangku melalui pengabdian yang dikenal dengan istilah ngayah. Pesan batin inilah yang kemudian ia terjemahkan ke dalam kanvas melalui rangkaian simbol dan makna spiritual.
Estetika Rerajahan dan Dominasi Visual Hitam-Putih
Salah satu ciri khas dalam pameran ini adalah dominasi warna hitam dan putih yang merepresentasikan nilai-nilai spiritual tradisi Bali, khususnya simbol rerajahan.
Menurut Made Wiradana, alasan memilih menggunakan warna gelap karena identik dengan karakter visual rerajahan yang kuat.
Meskipun warna gelap mendominasi, Wiradana tetap memberikan sentuhan warna lain sebagai aksen untuk menciptakan keseimbangan. Serta memperkuat karakter visual pada setiap lukisannya.
Melalui KACATRI, ia memadukan unsur figuratif dengan eksplorasi artistik yang menjadi refleksi terhadap warisan budaya Bali yang terus hidup dalam proses kreatifnya.
Jadwal Pameran dan Informasi Kunjungan
Pameran tunggal ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. I Made Bandem, dengan catatan kuratorial yang disusun oleh Made Susanta Dwitanaya untuk membantu publik memahami gagasan mendalam di balik setiap karya.
Bagi pecinta seni dan masyarakat umum, pameran KACATRI dapat dikunjungi:
Lokasi: Satrian Art Gallery, Jalan Danau Tamblingan Nomor 47, Sanur.
Waktu: 10 Juli hingga 30 Agustus 2026.
Harapannya penyelenggaraan pameran ini dapat memperluas ruang interaksi antara seniman dan penikmat seni. Sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap perkembangan seni lukis kontemporer di Bali. Baiq





