DENPASAR – balinusra.com | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung industri lokal melalui program inovatif Gebyar UMKM Bali. Dalam kegiatan bertajuk “Coaching dan Desk Dalam Rangka Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan”, BBPOM Denpasar berhasil mempercepat proses sertifikasi bagi puluhan pelaku usaha di Bali.
Acara yang berlangsung pada 6-7 Mei 2026 di Kantor BPOM Denpasar ini menyasar 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Gebyar UMKM Bali, Sertifikat Terbit dalam Hitungan Jam
Berbeda dengan pengurusan mandiri yang biasanya memakan waktu 3 hingga 6 bulan, melalui program jemput bola ini, para pelaku usaha bisa mendapatkan sertifikat dalam waktu singkat. Tercatat sebanyak 91 sertifikat izin edar berhasil diterbitkan selama dua hari kegiatan.
Plt. Kepala BPOM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana mengatakan, percepatan ini merupakan angin segar bagi ekonomi Bali. Dengan mengantongi izin edar resmi, kepercayaan publik terhadap produk UMKM dipastikan akan meningkat.
“Produk UMKM menjadi lebih laku, tenaga kerja terserap lebih banyak, dan secara umum ini berdampak positif bagi perekonomian Bali,” ujarnya.
Meskipun prosesnya dipercepat, BPOM tetap menekankan pentingnya konsistensi standar produksi. Ery Bahari mengingatkan agar pelaku UMKM tetap menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) secara berkelanjutan.
Tim BBPOM juga akan melakukan pengawasan berkala ke lapangan untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.
Selain itu, BBPOM Denpasar menjamin layanan yang bersih dan transparan. Petugas dibekali integritas tinggi, bahkan disediakan nomor aduan jika terdapat praktik pungutan liar.
“Caranya membalas layanan kami cukup dengan memberikan produk sehat dan terbaik bagi masyarakat,” kata Ery Bahari.
Apresiasi dari Pelaku Usaha
Para pelaku usaha menyambut baik efisiensi layanan ini. Airlangga, pemilik CV Dukuh Lestari yang memproduksi minuman olahan arak, mengaku lebih percaya diri setelah dua produknya resmi memiliki ijin edar BPOM.
Ia mengakui bahwa pendampingan langsung sangat membantu dibandingkan mengurus sendiri yang rentan kendala revisi.
Senada dengan Airlangga, Mandayanti dari PT Hari Hari Rejeki (produsen air minum Navaro), berharap program jemput bola ini rutin dilaksanakan, setidaknya dua kali setahun.
Menurutnya, bimbingan langsung dari evaluator BPOM RI sangat efektif dalam membantu UMKM melengkapi dokumen persyaratan yang rumit.
Gebyar UMKM Bali ini juga didukung langsung oleh Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan POM RI, dengan menghadirkan sembilan orang evaluator untuk memberikan penilaian langsung di lokasi. W-009





