Bali Percepat Transformasi Taksi Listrik, Gubernur Koster Targetkan 3.155 Armada Baru

Bali Percepat Transformasi Taksi Listrik, Gubernur Koster Targetkan 3.155 Armada Baru
Gubernur Bali, Wayan Koster, usai menggelar Rapat Koordinasi Elektrifikasi Taksi untuk menyerap aspirasi para pelaku usaha transportasi di Ruang Rapat Kerthasabha, Denpasar, Kamis (14/5/2026).

DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pariwisata hijau melalui percepatan elektrifikasi transportasi (taksi listrik). Gubernur Bali, Wayan Koster, secara khusus menggelar Rapat Koordinasi Elektrifikasi Taksi untuk menyerap aspirasi para pelaku usaha transportasi di Ruang Rapat Kerthasabha, Denpasar, Kamis (14/5/2026).

Gubernur Koster menegaskan, sistem transportasi yang modern dan ramah lingkungan adalah kunci utama untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Langkah ini didukung oleh landasan hukum yang kuat, yakni Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Lingkungan yang bersih dan udara yang bersih adalah kebutuhan kita. Karena itu penggunaan kendaraan listrik harus terus didorong sebagai bagian dari menjaga alam Bali,” kata Gubernur Koster.

Visi ini sejalan dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam pulau dewata secara berkelanjutan.

Target Populasi Taksi Listrik dan Investasi Triliunan

Hingga 31 Maret 2026, Bali mencatat kemajuan signifikan dengan total 14.318 unit kendaraan listrik, yang didominasi oleh sepeda motor (9.893 unit) dan mobil listrik (4.425 unit). Persebaran tertinggi berada di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Dinas Perhubungan Provinsi Bali juga telah menyiapkan roadmap strategis untuk sektor taksi. Skema optimistis (2026–2028) dengan penambahan 3.155 unit taksi listrik. Serta skema moderat (2026–2030) melalui penambahan dengan jumlah unit yang sama namun rentang waktu lebih panjang.

Sedangkan untuk kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp 1,262 triliun guna mendukung target tersebut.

Tantangan dan Aspirasi Pelaku Usaha

Meskipun tren menunjukkan kenaikan, keberhasilan program ini memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk penyediaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), pembiayaan, hingga peningkatan kompetensi teknisi.

Ketua DPD Organda Bali, I Nyoman Arthaya, memberikan dukungan penuh terhadap peremajaan armada ini. Pihaknya juga menekankan pentingnya penertiban angkutan ilegal yang beroperasi tanpa izin resmi.

“Kami berharap adanya asistensi atau bantuan pengadaan kendaraan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali, I Kadek Ari Sucipta, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan 25 persen armada taksi beralih ke listrik tahun ini.

Namun, ia berharap ada skema pembiayaan khusus bagi pengemudi di bawah naungan koperasi yang memiliki keterbatasan modal dibandingkan perusahaan besar. Baiq