BADUNG – balinusra.com | Kantor Imigrasi Ngurah Rai memberikan jaminan bahwa kualitas pelayanan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) di Bali akan tetap optimal. Meskipun saat ini sedang diberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pasca-libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, seluruh operasional dipastikan berjalan normal.
Penyesuaian sistem kerja ini tidak menghambat proses birokrasi. Terutama untuk layanan krusial seperti permohonan paspor baru, penggantian paspor, hingga pengurusan perpanjangan Izin Tinggal bagi turis asing.
Fokus Utama Imigrasi Ngurah Rai
Selain layanan di kantor, fokus utama Imigrasi juga tertuju pada pintu masuk internasional Pulau Dewata. Aktivitas pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap siaga selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Hal ini dilakukan demi menjaga kelancaran arus penumpang yang keluar-masuk Bali agar tidak terjadi penumpukan.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan menjelaskan, fleksibilitas kerja ini tetap mengedepankan fungsi pengawasan.
Ia menegaskan bahwa jajarannya tetap menjaga keamanan dan penegakan hukum di wilayah kerja mereka, meliputi Kecamatan Kuta, Kuta Utara, hingga Kuta Selatan.
“Pelayanan publik tetap prima, sekaligus ketertiban dan keamanan wilayah tetap terjaga dengan baik,” tegas Bugie memastikan keseimbangan antara kebijakan WFA dan tugas di lapangan.
Mitigasi Risiko dan Digitalisasi Layanan
Kebijakan WFA ini juga mendapat perhatian serius dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna. Menurutnya, langkah ini telah melalui proses mitigasi risiko yang mendalam agar kepentingan masyarakat dan keamanan negara tidak terganggu.
Felucia mengatakan, Bali sebagai pusat pariwisata dunia menuntut kesiapsiagaan tanpa henti. Meskipun dukungan digitalisasi layanan sudah sangat kuat, kehadiran fisik petugas di titik-titik krusial seperti bandara tetap menjadi prioritas.
“Integritas dan profesionalisme pegawai tetap menjadi tolok ukur utama, baik mereka bekerja dari kantor maupun dari lokasi lain,” kata Felucia.
Ia juga menambahkan bahwa sistem informasi keimigrasian memungkinkan pengawasan administratif maupun lapangan tetap terpantau secara terintegrasi.
Sebagai informasi, kebijakan WFA di lingkungan Imigrasi Ngurah Rai berlangsung pada periode 16–17 Maret, serta 25–27 Maret.
Melalui komitmen ini, Imigrasi Ngurah Rai membuktikan bahwa adaptasi sistem kerja modern tetap bisa berjalan beriringan dengan standar pelayanan publik, dan penegakan hukum yang ketat. Baiq





