BADUNG – balinusra.com | Universitas Ngurah Rai (UNR) menggelar Wisuda Sarjana XLV dan Pascasarjana XVIII, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Sabtu (7/11/2026). Sebanyak 486 lulusan dari jenjang sarjana dan magister mengikuti prosesi tersebut. Salah satunya Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, S.Sos., yang turut diwisuda bersama sejumlah pejabat dari berbagai instansi.
Wisuda kali ini juga diisi orasi ilmiah oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam orasinya, AHY menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, serta persaingan dunia kerja.
AHY mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab moral para lulusan untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, para lulusan harus mampu menerjemahkan kompetensi akademik menjadi karya dan pengabdian nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Ini bukan akhir, tapi justru awal dari sebuah tanggung jawab moral untuk bisa menerapkan segala ilmu pengetahuan yang didapatkan selama berkuliah di kampus ini dalam karya dan pengabdian ke depan,” ujarnya.
AI hingga Krisis Iklim Jadi Tantangan ke Depan
AHY mengingatkan, Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan di tengah ketidakpastian global. Tantangan tersebut meliputi pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), persaingan global, hingga krisis iklim yang berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air bersih.
Ia juga menyoroti potensi Bali yang memiliki peluang besar, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, pengembangan sektor tersebut perlu didukung kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurut AHY, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Bali harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks tersebut, ia menilai filosofi Tri Hita Karana memiliki relevansi sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.
Filosofi yang mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam tersebut dinilai dapat menjadi pedoman dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“Harmoni dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan juga dengan alam. Ini akan menghadirkan semangat pembangunan yang berkelanjutan karena kita bertanggung jawab bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk anak cucu kita dan generasi penerus bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa pendidikan merupakan faktor fundamental dalam keberhasilan transformasi suatu bangsa. Penguatan kualitas SDM atau human capital menjadi salah satu faktor yang membedakan negara maju dengan negara berkembang.

UNR Wisuda 486 Lulusan Jenjang Sarjana dan Magister
Sementara itu, Rektor UNR, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., mengatakan wisuda tahun ini mengusung tema “Lulusan Universitas Ngurah Rai Mengisi Semangat Kemerdekaan melalui Penguatan Kompetensi, Inovasi, dan Pengabdian Berlandaskan Kerakyatan dan Tri Hita Karana untuk Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Tema tersebut menjadi dorongan bagi para lulusan untuk menginternalisasi nilai-nilai kemerdekaan melalui keunggulan akademik, literasi teknologi AI, serta kepekaan sosial yang berlandaskan Tri Hita Karana, yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.
Melalui nilai-nilai tersebut, lulusan UNR diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia kerja.
Dari total 486 wisudawan, sebanyak 85 orang merupakan lulusan Program Pascasarjana. Jumlah tersebut terdiri atas 42 lulusan Magister Administrasi Publik (MAP), 26 lulusan Magister Hukum (MH), serta 17 lulusan perdana Magister Manajemen Inovasi (MMI).
Sementara itu, dari jenjang sarjana dan profesi, Fakultas Hukum meluluskan 127 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 125 orang, Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 86 orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora sebanyak 63 orang.
Rektor juga menyampaikan bahwa seluruh lulusan pascasarjana atau 100 persen telah bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun swasta, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pasangan Suami Istri Diwisuda Bersama
Dalam prosesi wisuda kali ini, UNR turut memberikan apresiasi kepada I Gusti Ngurah Nyoman Putra Sudiana yang berusia 54 tahun sebagai wisudawan paling senior.
Menariknya, ia mengikuti prosesi wisuda bersama sang istri, Luh Gede Sri Ayuningsih. Keduanya menjadi pasangan suami istri yang sama-sama berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Ngurah Rai. Baiq





