DENPASAR – balinusra.com | Universitas Warmadewa (Unwar) kembali memperkuat posisinya di kancah nasional dengan menjadi tuan rumah Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Tahun 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Kemdiktisaintek ini resmi dibuka pada Rabu (8/7/2026), di Auditorium Widya Sabha Utama Unwar untuk meningkatkan kapasitas inventor Indonesia.
Pentingnya Paten dalam Hilirisasi Riset dan Inovasi
Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menegaskan, perguruan tinggi kini wajib memastikan hasil riset memberikan manfaat nyata bagi dunia industri dan pembangunan nasional.
Salah satu langkah krusial dalam proses ini adalah melalui perlindungan kekayaan intelektual dalam bentuk paten. Menurut Prof. Pandit, keberhasilan mendapatkan paten sangat bergantung pada penyusunan dokumen deskripsi yang sistematis dan memenuhi standar hukum.
“Pelatihan ini strategis untuk meningkatkan kemampuan dosen dan peneliti agar inovasi mereka tidak berhenti sebagai laporan akademik, melainkan terlindungi secara hukum,” ungkapnya.
Paten Setara dengan Publikasi Scopus Q1
Dalam sambutannya, Prof. Pandit juga menyoroti peran vital paten bagi akreditasi institusi. Luaran paten kini diakui sebagai salah satu indikator utama dengan bobot penilaian yang sangat tinggi.
Capaian paten memiliki nilai yang setara dengan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1.
Selain itu, paten juga mendukung capaian IKU (Indikator Kinerja Utama) perguruan tinggi pada aspek inovasi dan hilirisasi. Bagi tenaga pendidik, sertifikat paten dapat diakui dalam pemenuhan Beban Kerja Dosen (BKD).
Sinergi Antar Perguruan Tinggi dan Pakar Nasional
Kegiatan berskala nasional ini diikuti oleh 55 peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Termasuk lima perwakilan dosen dari berbagai fakultas di Universitas Warmadewa.
Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber pakar paten dari institusi ternama. Seperti IPB University, Universitas Indonesia, ITB, PENS, Polinema, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Brawijaya.
Prof. Yos Sunitiyoso, Direktur Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Warmadewa atas konsistensinya menjadi mitra penyelenggara.
Ia berharap momentum ini dapat melahirkan lebih banyak inventor yang mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui teknologi yang dipatenkan. Baiq





