Sejarah Baru! Anggaran Infrastruktur Badung 2026 Tembus 59,8 Persen, Ini Rinciannya

Sejarah Baru! Anggaran Infrastruktur Badung 2026 Tembus 59,8 Persen, Ini Rinciannya
Penandatanganan nota kesepakatan dalam Rapat Paripurna DPRD Badung yang berlangsung di Ruang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Kamis (13/08/2026).

BADUNG – balinusra.com | Pemerintah Kabupaten Badung mencetak sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam kesepakatan terbaru mengenai Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026, belanja infrastruktur Kabupaten Badung menembus angka 59,8 persen dari total anggaran.

Penetapan angka fantastis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam Rapat Paripurna DPRD Badung yang berlangsung di Ruang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Kamis (13/08/2026).

Kenaikan Pendapatan dan Belanja Daerah

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menjelaskan, peningkatan belanja ini didorong oleh tren positif pendapatan daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung mengalami kenaikan signifikan dari Rp 9,5 triliun menjadi Rp 9,8 triliun.

Kenaikan pendapatan ini berimplikasi pada total belanja daerah yang meningkat sekitar Rp 1,7 triliun. Dari rancangan awal sebesar Rp 11 triliun, kini total belanja daerah Badung tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp 13 triliun lebih.

Fokus pada Belanja Modal dan Konektivitas Wilayah

Anggaran besar ini tidak hanya sekadar angka. Sebagian besar peningkatan dialokasikan untuk pembangunan fisik. Belanja modal tercatat mencapai lebih dari Rp 4 triliun, fokus pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan jaringan jalan baru.

“Ini luar biasa, karena mungkin dalam sejarah baru pertama kali kita bisa mencapai belanja infrastruktur 59,8 persen,” kata Adi Arnawa.

Menurutnya, langkah berani ini untuk menjaga daya saing Badung di tengah kompetisi antar wilayah yang semakin ketat.

Bupati juga menekankan bahwa perubahan anggaran ini akan memperkuat konektivitas antar wilayah. Ia berharap pembangunan jaringan jalan baru mampu meningkatkan keterhubungan antar kawasan. Sehingga ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat.

7 Prioritas Pembangunan Badung 2026

Selain infrastruktur, alokasi anggaran tahun 2026 juga untuk mendukung tujuh prioritas pembangunan daerah, antara lain:

  1. Penguatan kerukunan umat beragama dan pelestarian budaya Bali.
  2. Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
  3. Penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
  4. Integrasi sektor pertanian dengan pariwisata.
  5. Peningkatan kualitas infrastruktur publik dan jalan baru.
  6. Tata kelola pemerintahan berbasis digital.
  7. Peningkatan kualitas pariwisata Badung.

Proses penyusunan anggaran ini telah melalui tahapan yang intensif atau “maraton”. Mulai dari pembahasan hingga koordinasi antarlini. Bupati berharap sinergi program ini dapat menjadi berkah dan membawa perubahan nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Badung. Baiq