Proyek Strategis Badung 2027: Bupati Adi Arnawa Jajaki Pinjaman Tahap Dua PT SMI untuk Underpass Canggu

Proyek Strategis Badung 2027 Bupati Adi Arnawa Jajaki Pinjaman Tahap Dua PT SMI untuk Underpass Canggu
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama jajaran manajemen PT SMI di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Kamis (27/8).

BADUNG – balinusra.com | Pemkab Badung percepat pembangunan infrastruktur di tahun 2027. Melalui skema pembiayaan inovatif, pemkab kini tengah menjajaki pengajuan pinjaman daerah tahap kedua kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Pinjaman ini ditujukan untuk mendukung sejumlah proyek prioritas yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.

Rencana besar ini dibahas langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama jajaran manajemen PT SMI di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Kamis (27/8).

Pertemuan penting tersebut turut dihadiri oleh Sekda Badung IB Surya Suamba, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luh Suryaniti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, I Made Agus Aryawan. Serta jajaran kepala OPD terkait.

Sementara dari pihak PT SMI, hadir Kepala Divisi Pembiayaan Publik Adri Asmoro L.P, Fiscal & Project Analyst/Senior Manager Divisi Pembiayaan Sektor Publik, Satria Pramata. Serta Relationship Manager, Elia Benny.

Sinergi Pemkab Badung dan PT SMI untuk Pembangunan Infrastruktur Publik

Bupati Adi Arnawa mengatakan, audiensi ini menjadi momentum sangat penting guna memperkuat komunikasi, kerja sama. Serta pembiayaan pembangunan infrastruktur publik di wilayah Badung.

“Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama antara Pemkab Badung dengan PT SMI. Kami ingin memastikan kebutuhan pembangunan infrastruktur strategis dapat direncanakan secara matang. Baik dari sisi teknis maupun skema pembiayaannya,” kata Adi Arnawa.

Solusi Atasi Kemacetan: Opsi Underpass Canggu dan ERP

Salah satu fokus utama dari Proyek Strategis Badung 2027 adalah mengatasi titik kemacetan parah di koridor pariwisata utama. Khususnya rute Gatot Subroto (Gatsu) Barat menuju kawasan Canggu.

Pembangunan Jalan Bawah Tanah (Underpass) Canggu

Mengingat jalur di Banjar Batu Culung, Kerobokan Kaja merupakan kawasan padat permukiman, Pemkab Badung mengkaji opsi pembangunan jalan bawah tanah (underpass). Hal ini untuk menghindari potensi konflik sosial yang kerap muncul saat proses pembebasan lahan.

“Untuk menghindari akses sosial di sepanjang Gatot Subroto Barat yang pemukimannya sangat padat, tidak menutup kemungkinan kami akan membuat jalan di bawah tanah (underpass) menuju Canggu dan sekitar,” tegas Adi Arnawa.

Penerapan Sistem Electronic Road Pricing (ERP)

Selain opsi underpass, lonjakan mobilitas wisatawan yang luar biasa di koridor Gatsu-Canggu-Munggu mendorong Pemkab Badung untuk menyiapkan opsi jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP).

Skema ERP ini sebagai instrumen pengendali lalu lintas sekaligus skema pembiayaan mandiri. Melalui sistem ini, retribusi yang diperoleh dari ERP akan dialokasikan kembali untuk mendukung pengembalian pinjaman pembangunan infrastruktur tersebut.

Rencana Jangka Panjang

Sebagai langkah visioner jangka panjang, Pemkab Badung berencana melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola jalur cepat (express way) berbayar tersebut. Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan bahwa jalan eksisting yang biasa digunakan masyarakat lokal tetap digratiskan.

Tak hanya fokus pada infrastruktur jalan raya, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan visi besar pembangunan Stadion Internasional Multiguna berskala besar di Badung. Guna menjaga stabilitas anggaran daerah, proyek stadion megah ini direncanakan menggunakan skema sponsorship dan investasi swasta agar tidak membebani APBD Badung secara penuh.

PT SMI Sambut Positif dan Dukung Kapasitas Fiskal Badung yang Kuat

Menanggapi pemaparan komprehensif tersebut, PT SMI memberikan respons yang sangat positif. Kepala Divisi Pembiayaan Publik PT SMI, Adri Asmoro, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendiskusikan skema pembiayaan terbaik yang sesuai kapasitas fiskal Kabupaten Badung.

Saat ini, kondisi fiskal Badung dinilai sangat kuat seiring dengan pulihnya iklim investasi dan pariwisata di Bali.

“Kami melihat Kabupaten Badung memiliki kebutuhan infrastruktur yang cukup besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pariwisata. PT. SMI terbuka untuk mendiskusikan skema pembiayaan yang sesuai dengan karakter proyek, kemampuan fiskal daerah. Serta prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan publik,” kata Adri Asmoro.

Sebagai langkah tindak lanjut, PT SMI meminta agar Pemkab Badung segera mematangkan kajian teknis, regulasi. Serta analisis kelayakan investasi sebelum melangkah ke tahapan pelaksanaan proyek strategis ini. Baiq