Gubernur Lemhannas Ajak Mahasiswa Baru Warmadewa Jadi Job Creator untuk Indonesia Emas

Gubernur Lemhannas Ajak Mahasiswa Baru Warmadewa Jadi Job Creator untuk Indonesia Emas
Gubernur Lemhannas RI TB. Ace Hasan Syadzily mendorong mahasiswa baru Universitas Warmadewa (Unwar) Bali untuk menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

DENPASARbalinusra.com | Mahasiswa baru Universitas Warmadewa (Unwar) didorong untuk mengubah pola pikir selepas lulus kuliah nanti. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan agar mahasiswa tidak sekadar berorientasi mencari kerja. Melainkan harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator). Serta menghadirkan solusi konkret atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Pesan penting tersebut disampaikan Ace Hasan dalam pembekalan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Warmadewa. Baginya, PKKMB merupakan pintu gerbang utama bagi mahasiswa untuk memulai perjalanan akademik dan mengarungi pengalaman baru di dunia perguruan tinggi.

Membangun Karakter Bangsa Lewat Pendidikan Tinggi

Ace Hasan menekankan bahwa esensi pendidikan di bangku kuliah tidak hanya fokus pada penguasaan materi akademik sesuai program studi. Lebih dari itu, pendidikan tinggi harus menjadi sarana memperkuat rasa cinta Tanah Air, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara mendalam.

“Kita harapkan dari proses pendidikan tersebut akan membangun komitmen, bahwa mereka belajar untuk menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini,” katanya.

Terlebih lagi, mahasiswa baru saat ini merupakan bagian dari generasi krusial yang memegang kunci suksesnya visi Indonesia Emas. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia wajib diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Termasuk penguasaan sains, teknologi, dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menjaga Identitas Nasional di Tengah Persaingan Global

Untuk menghadapi tantangan tersebut, mahasiswa didorong aktif memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air, sembari menguasai keilmuan masing-masing.

Karakter yang kuat ini penting agar ketika terjun ke masyarakat profesional kelak, para lulusan tetap teguh menjaga identitas nasional.

“Walaupun kita berada pada persaingan antar negara yang sangat luar biasa seperti ini, identitas nasional Indonesia dan keunggulan yang dimiliki bangsa kita harus terus kita gaungkan,” tegas Ace Hasan.

Potensi Strategis Bali dan Optimalisasi SDA Indonesia

Dalam pemaparannya, Gubernur Lemhannas juga menyoroti posisi geografis dan kultural Bali yang sangat strategis sebagai destinasi wisata dunia. Agar daya saing global ini berjalan selaras, perguruan tinggi di Bali, termasuk Universitas Warmadewa, berperan vital dalam melahirkan SDM unggul yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar budaya nusantara.

Selain pariwisata, potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah juga harus dikelola secara optimal oleh SDM domestik. Langkah ini penting agar pengelolaan komoditas nasional tidak berhenti pada ekspor bahan mentah semata. Tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Ace Hasan menyebutkan, sektor potensial yang perlu dioptimalkan antara lain kelautan, pertanian, dan perdagangan.

“Potensi kekayaan alam kita itu harusnya bisa dioptimalkan dengan kemampuan sumber daya manusia. Sehingga masyarakat negara kita sendiri bisa menikmatinya,” tuturnya.

Oleh karena itu, arah pendidikan tinggi harus mampu menuntun mahasiswa mengenali sekaligus mengembangkan potensi lokal di daerah masing-masing. Mahasiswa tidak boleh hanya unggul dalam teori, tetapi wajib berinovasi untuk mengubah potensi daerah menjadi kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

Tantangan Universitas Warmadewa: Cetak Generasi Adaptif

Secara khusus, Ace Hasan menantang para mahasiswa Warmadewa untuk berani merintis usaha sendiri berbasis potensi bangsa.

“Jangan hanya berpikir untuk mencari kerja. Tapi harus menjadi job creator, menciptakan pekerjaan yang memanfaatkan potensi yang diberikan oleh bangsa kita sendiri,” tegasnya.

Mahasiswa memegang peran strategis dalam mendukung Unwar sebagai institusi pencetak pemimpin masa depan. Ia berharap Universitas Warmadewa terus menelurkan inovasi, gagasan segar. Serta teknologi terapan yang bermanfaat langsung untuk masyarakat luas.

Mengingat tantangan zaman yang dinamis, perguruan tinggi dituntut untuk selalu adaptif dalam membimbing mahasiswanya. Gubernur Lemhanas berharap Universitas Warmadewa tidak sekadar menjadi tempat transfer ilmu, melainkan motor penggerak pembangunan kualitas SDM seutuhnya. Khususnya di wilayah Bali dan sekitarnya.

Sebagai penutup, Ace Hasan juga berharap lulusan Unwar mampu mengintegrasikan keahlian lokal dengan nilai kebangsaan saat memasuki dunia kerja.

“Jangan sampai hanya sekadar mentransfer ilmu dunia akademik. Tetapi harus juga menjadi pembentukan kekuatan dengan tetap memperhatikan aspek keunggulan wilayah-wilayah yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. Baiq