Gubernur Koster Pacu Sinergi Pusat-Daerah untuk 4 Program Strategis Nasional di Bali

Gubernur Koster Pacu Sinergi Pusat-Daerah untuk 4 Program Strategis Nasional di Bali
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Senin, 6 Juli 2026.

DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperkuat komitmen dalam mensukseskan pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) melalui sinergi lintas sektor. Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota adalah kunci utama keberhasilan program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (6/7/2026), Gubernur Koster menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyelaraskan langkah demi dampak nyata bagi masyarakat Bali.

4 Program Prioritas Nasional di Bali

Rapat tersebut secara spesifik membahas empat agenda besar yang menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat:

  1. Digitalisasi Bantuan Sosial: Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran melalui sistem digital yang akuntabel.
  2. Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Inisiatif ini fokus pada peningkatan kualitas gizi generasi muda di Bali guna mencetak sumber daya manusia yang unggul.
  3. Sekolah Rakyat: Sebuah terobosan pendidikan untuk memperluas akses belajar, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, agar mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
  4. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Program ini diproyeksikan menjadi pilar ekonomi kerakyatan dengan menguatkan kelembagaan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Komitmen Pemprov Bali dalam Pembangunan Inklusif

Gubernur Koster menyatakan Pemprov Bali siap mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mendukung kebijakan program strategis nasional tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kerja sama yang solid hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami akan memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara terpadu, sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung efektif, akuntabel. Selaras dengan kebutuhan masyarakat Bali,” ujar Koster.

Ia berharap langkah sinkronisasi ini mampu mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Bali. Sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Baiq