BADUNG – balinusra.com | Masalah abrasi di Pantai Kuta kini memasuki tahap penanganan intensif. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek pembangunan breakwater (pemecah gelombang), dan pengisian pasir guna memulihkan garis pantai yang kian terkikis.
Abrasi di Pantai Kuta telah mencapai level yang memprihatinkan. Data terbaru menunjukkan bahwa pengikisan garis pantai terjadi rata-rata 2 meter per tahun sepanjang 5,3 km.
Fenomena ini tidak hanya merusak fasilitas pedestrian, tetapi juga mengancam sektor pariwisata yang menjadi nadi ekonomi Bali.
Beberapa faktor utama penyebab parahnya abrasi di tahun 2026 meliputi meningkatnya permukaan air laut akibat pemanasan global. Gelombang kuat yang menggerus bibir pantai secara alami. Diduga dampak dari perluasan bandara dan sirkulasi gelombang yang terganggu.
Proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II
Pemerintah merespons krisis ini melalui Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II, yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Proyek strategis ini mencakup pembangunan 5 breakwater tambahan yang berfungsi untuk memecah energi ombak sebelum mencapai bibir pantai.
Kemudian pembangunan dinding pantai untuk melindungi infrastruktur pedestrian. Serta refeeding atau pengisian kembali pasir di kawasan Kuta-Legian-Seminyak untuk mengembalikan area bersantai wisatawan.
Anggaran Triliunan Rupiah untuk Pemulihan Pesisir
Penanganan abrasi ini melibatkan kolaborasi anggaran yang besar. Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan sekitar Rp 250 miliar pada tahun 2026 khusus untuk pembangunan 5 pemecah gelombang.
Sementara itu, Pemerintah Pusat melalui APBN mengucurkan dana sebesar Rp 1,27 triliun untuk percepatan pembangunan di kawasan Kuta-Legian-Seminyak. Proyek yang juga didukung oleh pinjaman dari Jepang ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
“Upaya ini sangat krusial untuk melindungi pariwisata, meski saat ini kita masih menghadapi kendala cuaca ekstrem yang sedikit menghambat pengerjaan di lapangan,” ujar Puspa Negara, Minggu (10/5/2026.
Dengan tuntasnya proyek ini, diharapkan daya tarik pariwisata Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) dapat pulih sepenuhnya. Serta terlindungi dari ancaman kerusakan lingkungan lebih lanjut. Baiq





