DENPASAR – balinusra.com | Tren kasus kebakaran di wilayah Kota Denpasar menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan pada awal tahun 2026. Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Denpasar mencatat telah terjadi 87 kasus kebakaran dalam kurun waktu Januari hingga 27 April 2026.
Kepala Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana mengungkapkan, mayoritas peristiwa tragis ini dipicu oleh faktor teknis dan kelalaian manusia. Arus pendek listrik (korsleting), serta kelalaian saat memasak menjadi penyebab paling dominan yang menghanguskan berbagai aset warga.
Denpasar Barat dan Selatan Paling Rawan Terjadi Kasus Kebakaran
Berdasarkan data rekapitulasi, fluktuasi jumlah kejadian terpantau cukup dinamis setiap bulannya. Januari menjadi bulan dengan angka tertinggi, yaitu 26 kasus. Kebakaran didominasi di wilayah Denpasar Barat dan Denpasar Selatan, dengan objek mulai dari rumah tinggal hingga instalasi panel tenaga surya. Sebanyak 189.000 liter air hydrant dikerahkan pada bulan ini.
Bulan Februari mengalami penurunan menjadi 19 kasus. Fokus kebakaran bergeser pada kabel listrik, kendaraan bermotor. Serta peralatan elektronik seperti water heater dan AC.
Kemudian bulan Maret kasus kebakaran kembali melonjak ke angka 21 kejadian yang tersebar merata di seluruh wilayah Denpasar. Termasuk kebakaran pada lahan kosong dan tumpukan sampah.
Pada April (hingga tanggal 27) tercatat sudah ada 21 insiden, di mana gangguan listrik PLN menjadi pemicu utama di 7 lokasi berbeda. Wilayah Denpasar Barat dan Timur menjadi titik yang paling sering terdampak di bulan ini.
Kesiapan Personel dan Armada Damkar
Meskipun angka kejadian tergolong tinggi, I Made Tirana memastikan bahwa pihaknya tetap siaga penuh. Saat ini, kekuatan pemadam kebakaran Denpasar didukung oleh 154 personel ahli.
Untuk urusan sarana prasarana, dinas terkait mengoperasikan total 20 unit armada yang terdiri dari 8 unit mobil pemadam baru, 8 unit mobil pemadam lama, dan 4 unit mobil rescue.
“Untuk sementara situasi masih bisa kami tangani dengan personel dan armada yang ada,” tegas Tirana.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran terus mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bahaya di lingkungan rumah. Sebagian besar kasus kebakaran sebenarnya dapat dicegah jika warga lebih disiplin dalam merawat instalasi listrik. Serta memastikan kompor dalam keadaan mati setelah digunakan.
“Kami harapkan masyarakat lebih berhati-hati, karena kewaspadaan adalah kunci utama pencegahan kebakaran,” pungkasnya. Baiq





