Singgasana Seni Bung Karno, Kolaborasi Budaya dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan di Bali

Perhelatan akbar bertajuk Singgasana Seni Bung Karno digelar di Bali Beach Convention Center, Sabtu (28/2/206). Foto: Istimewa

DENPASAR – balinusra.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi menghadiri perhelatan akbar bertajuk Singgasana Seni Bung Karno yang digelar di Bali Beach Convention Center, Sabtu (28/2/206).

Acara ini tidak hanya menjadi panggung apresiasi seni, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam memperkuat sinergi antara kebudayaan dan ekonomi kerakyatan di Pulau Dewata.

Didampingi oleh Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, dan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Gubernur Koster menegaskan, ajang ini merupakan perpaduan harmonis antara fashion show, pertunjukan musik, hingga pameran produk lokal.

Pagelaran ini memiliki keunikan tersendiri karena menitikberatkan pada pengenalan sisi artistik Presiden pertama RI, Bung Karno, khususnya dalam bidang seni lukis dan puisi.

Kehadiran Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri, bersama putranya Prananda, menambah makna mendalam pada acara yang didedikasikan untuk mengenang warisan seni sang ayah tersebut.

Dalam sesi fashion show, para desainer dan perajin lokal memukau penonton dengan karya yang menggabungkan unsur tradisional dan modern secara elegan. Seni dinilai sebagai denyut nadi bangsa yang mampu merefleksikan keberagaman Indonesia melalui gerak, suara, dan ritme etnik.

Selain menjadi ruang kreatif, Singgasana Seni Bung Karno menjadi instrumen konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Sebanyak 77 UMKM binaan Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster, serta 22 pelaku kuliner turut berpartisipasi dalam ajang ini.

Mahagaya Pagelaran Persona selaku penginisiasi acara menargetkan perputaran ekonomi mencapai Rp 2,5 miliar. Panggung budaya ini juga dimeriahkan oleh artis nasional dan lokal seperti Once, Krisdayanti, hingga musisi berbakat Gus Teja.

Selain menjadi menjadi ruang kreatif, Bali diposisikan sebagai model pengembangan ekonomi berbasis budaya yang siap direplikasi di daerah lain.

Gubernur Koster menyatakan bahwa kesuksesan di Bali ini akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum konsep Singgasana Seni Bung Karno dibawa ke kota-kota besar lainnya di Indonesia. Seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan seni dan budaya tidak hanya berhenti sebagai tontonan. Tetapi juga menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat melalui sektor IKM dan UMKM. Baiq