BADUNG – balinusra.com | Memperingati Hari Kartini tahun 2026, semangat emansipasi menyentuh dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Seniasih Giri Prasta, hadir secara langsung untuk membakar semangat para warga binaan agar tidak menyerah pada keadaan.
Saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi dalam rangkaian peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Selasa (21/4/2026), Seniasih menekankan bahwa masa pembinaan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan fase penting untuk refleksi diri.
Ia mengajak para perempuan di Lapas Kerobokan untuk menjadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran berharga. Dan berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik demi keluarga yang menanti di rumah.
“Sekalipun kalian sedang menjalankan konsekuensi atas kesalahan di masa lalu dan saat ini berada dalam pembinaan. Jangan pernah putus asa atau larut dalam kesedihan berkepanjangan. Gunakan waktu ini sebaik mungkin untuk merenungi kesalahan dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulanginya,” kata Seniasih.
Pelatihan Keterampilan di Lapas Perempuan Kerobokan
Sebagai bentuk nyata dari upaya pemberdayaan, Pemprov Bali melalui Dinas Sosial P3A bekerja sama dengan Forum PUSPA, mengadakan pelatihan sanggul dan tata rias (makeup).
Inisiatif ini dirancang agar 258 warga binaan memiliki keahlian praktis yang dapat menjadi modal kemandirian ekonomi saat mereka kembali ke masyarakat nanti.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, menyambut positif kegiatan ini.
Menurutnya, kehadiran tokoh seperti Seniasih Giri Prasta memberikan penguatan emosional yang signifikan bagi warga binaan yang tengah berjuang jauh dari keluarga.
Sinergi Kebijakan dan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Langkah pemberdayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari implementasi strategis kebijakan daerah. Pengarusutamaan Gender (PUG) di Bali telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024. Khususnya Pasal 18 yang mengamanatkan peningkatan peran perempuan di sektor politik, hukum, sosial, hingga ekonomi.
Program ini selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali 2025–2030, yang fokus pada pemberdayaan perempuan, anak, dan kelompok marginal.
Edukasi perlindungan berbasis desa adat. Serta pengembangan akademi perempuan Bali untuk mencetak pemimpin dan wirausaha perempuan yang tangguh.
Harapan untuk Kartini Modern Bali
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani mengatakan, esensi semangat Kartini adalah terus bergerak dan berkontribusi.
Pihaknya pun mendorong seluruh perempuan Bali untuk berani bermimpi besar dan terus mengasah kemampuan diri.
“Perempuan yang berpendidikan, terampil, dan mandiri akan menjadi kekuatan besar bagi keluarga serta kemajuan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga masyarakat, diharapkan momentum Hari Kartini 2026 ini menjadi titik balik bagi para perempuan di Lapas Kerobokan untuk lahir kembali sebagai individu yang produktif dan percaya diri. Baiq





