BALI – balinusra.com | BINUS University resmi menjadi tuan rumah ajang internasional QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre pada 3–5 November 2026. Forum ke-22 yang mengusung tema “Advancing Education for Purpose and Impact” ini bertepatan dengan momentum anniversary ke-45 BINUS dalam berkontribusi pada pendidikan tinggi Indonesia.
Konferensi tingkat tinggi ini mempertemukan lebih dari 1.500 pimpinan universitas, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Forum ini berfokus pada pembahasan tren global, reputasi akademik, pemeringkatan, serta kolaborasi internasional.
President of BINUS Higher Education & Professional Services Stephen Wahyudi Santoso menegaskan, kesempatan ini menjadi momentum penting untuk membawa perspektif Indonesia dalam merespons dinamika dunia kerja. Serta perkembangan teknologi di kawasan Asia-Pasifik.
Respons Pergeseran Tenaga Kerja dan Teknologi AI
Data World Bank (2018–2022) mencatat bahwa adopsi robot industri di lima negara ASEAN memicu terciptanya 2 juta pekerjaan berketerampilan tinggi. Namun menggeser 1,4 juta pekerjaan berketerampilan rendah.
Menjawab pergeseran tersebut, BINUS mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab ke dalam ekosistem pendidikan.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyatakan bahwa perguruan tinggi harus terus mengevaluasi pendekatan pembelajaran agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Selain kurikulum berbasis praktik, BINUS mendorong kolaborasi inovasi riset melalui ekosistem Multi-Helix yang diluncurkan oleh Research and Technology Transfer (RTT). Ekosistem ini menghubungkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk melahirkan inovasi yang adaptif. Tentunya juga berdampak bagi publik. Baiq





