BADUNG – balinusra.com | Hadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben, dan Nyekah Massal, Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya dalam memperkuat kedudukan Desa Adat sebagai pilar utama pelestarian budaya dan tradisi di Pulau Dewata.
Upacara tersebut diselenggarakan oleh Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, pada Minggu, 1 Agustus 2026.
Atma Wedana Massal, Solusi Meringankan Beban Krama
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menilai bahwa pelaksanaan upacara Atma Wedana secara massal adalah solusi cerdas untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pola ini harus terus dikembangkan sebagai bentuk nyata semangat gotong royong agar pelaksanaan yadnya tidak menjadi beban personal bagi krama.
“Atma Wedana ini solusi yang sangat baik. Bersama-sama dilakukan untuk 18 sawa. Bagus sekali dan harus terus dikembangkan sebagai bentuk gotong royong,” kata Koster di hadapan para peserta upacara.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Koster menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 25 juta untuk membantu kelancaran prosesi tersebut.
Komitmen Penguatan Ekonomi Desa Adat melalui Hibah Aset
Selain aspek spiritual, Gubernur Koster juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi Desa Adat. Pemerintah Provinsi Bali telah merealisasikan berbagai kebijakan. Termasuk pemberian hibah aset tanah milik pemerintah kepada desa adat yang mampu mengelola lahan secara produktif.
Ia pun mencontohkan optimalisasi pengelolaan aset di kawasan pariwisata yang kini memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi pemerintah maupun masyarakat lokal.
Gubernur mendorong Desa Adat Bualu yang berada di kawasan strategis Nusa Dua, untuk tetap kuat menghadapi perkembangan zaman dengan menjaga sinergi antara aspek sekala dan niskala.
“Desa adat harus kuat. Apalagi Desa Bualu berada di kawasan komersial dan pariwisata. Gotong royong antara desa adat dan pemerintah harus terus terjaga,” tegasnya.
Detail Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Bualu 2026
Upacara yang berlangsung khidmat ini dipuput oleh Ida Pedanda Putra Telaga. Berdasarkan laporan Ketua Panitia, Ketut Nesa, rangkaian kegiatan ini melibatkan 18 Sawa mengikuti prosesi Atma Wedana.
Kemudian, 114 Sawa akan mengikuti upacara Nyekah pada 7 Agustus 2026 mendatang. Sedangkan, Upacara Ngaben sebelumnya telah dilaksanakan, yaitu pada tanggal 16 Juli 2026.
Adapun total biaya untuk rangkaian upacara ini mencapai Rp 1,7 miliar, yang bersumber dari urunan krama Desa Adat Bualu serta donasi dari berbagai pihak. Baiq





