DENPASAR – balinusra.com | Suasana di Gedung F3 Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, mendadak tegang pada Jumat (31/7/2026), setelah kepulan asap pekat dan kobaran api terlihat membumbung tinggi. Namun, kepanikan tersebut merupakan bagian dari skenario simulasi dalam Pelatihan Mitigasi Kebakaran yang digelar Unwar bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh sivitas akademika dalam menghadapi situasi darurat bencana di lingkungan kampus.
Materi Pelatihan: Dari APAR hingga Evakuasi Korban
Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 200 peserta, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga petugas keamanan dan kebersihan ini mencakup berbagai aspek teknis pencegahan kebakaran.
Putu Ika Wahyuni, selaku Ketua Panitia menjelaskan, materi yang diberikan meliputi teknik pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), simulasi penanganan kebocoran tabung gas.
Kemudian prosedur evakuasi korban yang tepat, tata cara pelaporan darurat kepada petugas pemadam kebakaran. Serta inspeksi akses jalur kendaraan damkar agar tidak terhalang oleh parkir liar di area kampus.
Membangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Kampus
Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnu Murti, M.Si, menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana. Menurutnya, kewaspadaan harus dipersiapkan bersama karena bencana tidak dapat diprediksi.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menyebutkan, luas kampus yang mencapai 5–6 hektare dengan beragam fasilitas laboratorium memiliki risiko kebakaran yang nyata.
“Universitas Warmadewa telah memiliki sertifikat Kampus Siaga Bencana beserta task force tanggap darurat. Mitigasi ini juga merupakan indikator penting yang dipersyaratkan Kementerian Pendidikan Tinggi,” jelas Rektor Unwar.
Kolaborasi Internasional dan Dukungan Damkar Denpasar
Pelatihan ini tidak hanya melibatkan instansi lokal, tetapi juga berkolaborasi dengan Federation University Melbourne untuk tahap evaluasi pelaksanaan mitigasi kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengingatkan bahwa penyebab kebakaran di area kampus sering kali dipicu oleh korsleting listrik atau kelalaian manusia.
“Kunci utamanya adalah jangan panik. Penanganan dini yang cepat akan meminimalkan potensi kebakaran menjadi lebih besar,” tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen keselamatan, Universitas Warmadewa telah melengkapi seluruh gedungnya dengan APAR, jalur evakuasi. Serta SOP dasar kebencanaan yang akan terus diperbarui sesuai standar keselamatan terbaru.
Melalui pelatihan mitigasi kebakaran ini diharapkan risiko korban maupun kerugian material dapat ditekan semaksimal mungkin melalui tindakan awal yang tepat oleh sivitas akademika. Baiq





