Universitas Warmadewa Bali Tuan Rumah Kompetisi Internasional BISF, I3O, dan IYBC 2026

Universitas Warmadewa Bali Tuan Rumah Kompetisi Internasional BISF, I3O, dan IYBC 2026
Universitas Warmadewa sukses gelar Bali International Science Fair (BISF) 2026, I3O, dan IYBC. Diikuti 116 tim internasional termasuk dari Vietnam dan Bangladesh. Foto: Humas Unwar

DENPASAR – balinusra.com | Universitas Warmadewa Bali memperkuat posisinya di kancah global dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang bergengsi sains, teknologi, dan bisnis tingkat internasional, pada Jumat (19/6/2026).

Bertempat di Auditorium Widya Sabha, Gedung Rektorat Universitas Warmadewa, kegiatan ini resmi dibuka oleh Rektor Universitas Warmadewa.

Terdapat tiga kompetisi utama yang diselenggarakan secara bersamaan, yaitu Bali International Science Fair (BISF) 2026, Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2026. Serta International Youth Business Competition (IYBC) 2026.

Kolaborasi Inovator Muda dari Berbagai Negara

Ajang ini diikuti oleh sedikitnya 116 tim yang berasal dari dalam dan luar negeri. Termasuk delegasi internasional dari negara seperti Vietnam dan Bangladesh. Kehadiran peserta mancanegara ini menegaskan peran kompetisi tersebut sebagai wadah kolaborasi global bagi generasi muda di bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan.

President of the Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Deni Irawan, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Warmadewa Bali atas konsistensinya menjadi tuan rumah.

Menurutnya, kegiatan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras para peserta dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ajang ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga sarana kolaborasi positif bagi ilmuwan muda dunia untuk mengembangkan kemampuan akademik dan diri,” ujar Deni Irawan.

Mendorong Inovasi Tanpa Batas

Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menyatakan rasa bangganya atas kehadiran para inovator dan calon wirausahawan muda.

Ia pun menekankan bahwa, penguasaan teknologi dan kewirausahaan mampu menyatukan generasi muda melampaui batas-batas negara demi masa depan yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Rektor mendorong peserta untuk saling bertukar gagasan dan inovasi, membangun jejaring dan kolaborasi global. Serta memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari pengalaman dan relasi yang diperoleh.

“Semoga BISF, I3O, dan IYBC 2026 menjadi wadah lahirnya pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dunia,” pungkas Prof. Pandit. Baiq