Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu dan KPU Badung Gelar Pembinaan Pemilos di SMPN 3 Petang

Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu dan KPU Badung Gelar Pembinaan Pemilos di SMPN 3 Petang
Bawaslu, KPU, dan Kesbangpol Badung menggelar sosialisasi pemilih pemula serta pembinaan Pemilos di SMPN 3 Petang untuk menanamkan nilai demokrasi sejak dini, Kamis (22/10/2026).

BADUNG – balinusra.com | Pemahaman mengenai demokrasi dan kepemimpinan terus ditanamkan kepada generasi muda sejak bangku sekolah sebagai modal penting berpartisipasi dalam kehidupan berdemokrasi. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bawaslu Kabupaten Badung berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, menggelar Sosialisasi Pemilih Pemula dan Pembinaan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) di SMP Negeri 3 Petang, Kamis (22/10/2026).

Dalam sosialisasi tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, memberikan materi edukasi mengenai demokrasi, Pemilihan Umum (Pemilu). Serta peran dan fungsi Bawaslu dan KPU.

Edukasi Prinsip Demokrasi dan Pengawasan Pemilu

Penyampaian materi dikemas dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh para siswa. Edukasi ini bertujuan memberi pemahaman bahwa prinsip demokrasi tidak hanya berlaku pada Pemilu nasional maupun daerah. Tetapi juga dapat diterapkan di lingkungan sekolah melalui Pemilos.

Rachmat menekankan pentingnya memberikan edukasi pengawasan Pemilu dan penanaman nilai demokrasi sejak dini untuk membentuk karakter siswa yang berintegritas, jujur. Serta bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilih dan menyampaikan pendapat.

“Pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu perlu dimulai sejak bangku sekolah. Melalui Pemilos, siswa dapat belajar tentang pentingnya kejujuran, integritas, dan sikap menghargai perbedaan dalam menentukan pilihan,” kata Rachmat.

Selain itu, generasi muda juga perlu dibekali kemampuan untuk bijak bermedia sosial, menyaring informasi sebelum membagikannya. Serta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar.

Ia menambahkan bahwa pengamalan nilai-nilai demokrasi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Sikap menghargai perbedaan pilihan, menolak kecurangan, serta menyampaikan pendapat secara santun menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di sekolah.

Pengenalan Asas Luber Jurdil dalam Pemilos

Selain Bawaslu, KPU Kabupaten Badung turut memberikan pemahaman mengenai asas Pemilu, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil). Pengenalan asas ini menjadi bekal berharga bagi siswa untuk memahami pentingnya proses pemilihan yang demokratis. Baik dalam lingkup Pemilos di sekolah maupun Pemilu di masa depan.

Melalui kolaborasi Bawaslu, Kesbangpol, dan KPU Badung, kegiatan sosialisasi dan pembinaan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa tentang demokrasi. Langkah ini juga mendorong pelaksanaan Pemilos yang jujur, adil, dan bertanggung jawab.

Pembinaan sejak dini menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya paham proses demokrasi. Tetapi juga mampu mengamalkan nilainya serta menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas. Baiq