Strategi Pariwisata Berkelanjutan Bali: Sinergi Infrastruktur dan Lingkungan di Tahun 2025

Strategi Pariwisata Berkelanjutan Bali Sinergi Infrastruktur dan Lingkungan di Tahun 2025
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), usai menggelar Rakor Pembangunan Wilayah Bali, Senin (20/7/2026).

DENPASAR – balinusra.com | Dalam upaya menjaga daya saing dan pariwisata berkelanjutan, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Wilayah Bali pada Senin (20/7/2026).

Fokus utama pertemuan ini adalah menyinkronkan langkah pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat infrastruktur serta melestarikan lingkungan demi mendukung pariwisata berkelanjutan.

Kinerja Pariwisata Bali: Kontribusi 50 Persen Nasional

Sektor pariwisata Bali terus menunjukkan tren positif yang signifikan. Hingga tahun 2025, total kunjungan wisatawan mencapai 16,3 juta orang, yang terdiri dari 7 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik. Angka ini hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk lokal Bali.

Kontribusi Bali terhadap pariwisata nasional sangat krusial karena mampu menyumbang 45,8 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Perputaran ekonomi sektor pariwisata mencapai Rp 176 triliun (sekitar 50 persen kontribusi nasional).

Selain itu, juga mendorong pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82 persen. Serta mencatat tingkat kemiskinan terendah nasional sebesar 3,42 persen.

Tantangan Lingkungan dan Solusi Strategis

Tingginya aktivitas pariwisata membawa tantangan serius, seperti alih fungsi lahan, kemacetan, masalah sampah. Hingga ancaman ketersediaan air bersih. Untuk mengatasinya, Pemerintah Provinsi Bali telah menginisiasi beberapa program strategis, antara lain:

  1. Pengelolaan sampah berbasis sumber.
  2. Penyediaan air bersih di wilayah Karangasem dan Jembrana.
  3. Penguatan ketahanan energi melalui pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Gubernur Koster menegaskan bahwa peningkatan kapasitas infrastruktur adalah kunci utama. Beberapa proyek prioritas yang dibahas meliputi pengembangan jalur logistik laut terintegrasi (Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem). Pembangunan layanan water taxi di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Kemudian, studi kelayakan transportasi laut pesisir Bali Selatan dan sistem feeder. Serta pengembangan transportasi massal dan penataan kawasan berbasis budaya di Sesetan.

Sinergi Satu Visi: Pusat dan Daerah

Sementara itu, Menko AHY menekankan pentingnya sinergi antara kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah. Pemerintah pusat berkomitmen untuk mendukung kebutuhan daerah tanpa mengabaikan kearifan lokal Bali.

“Kita akan terus mengecek progres melalui rakor lanjutan untuk memastikan semua tetap on track, satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi,” tegas AHY.

Rakor ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri strategis. Termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pariwisata, dan Menteri Ekonomi Kreatif. Hal ini untuk memastikan sinkronisasi program lintas sektoral berjalan sesuai target pembangunan Bali yang berkelanjutan. Baiq