DENPASAR – balinusra.com | Kota Denpasar resmi mencetak sejarah dengan pengukuhan Pengurus Persatuan Padel Indonesia (PBPI) Kota Denpasar, yang berlangsung di Sanur pada Sabtu (13/6/2026).
Sebagai kepengurusan tingkat kabupaten/kota pertama di Bali, PBPI Denpasar membawa misi besar, yakni memasyarakatkan padel dan menjadikan Denpasar sebagai pusat sport tourism dunia.
Fokus Pembibitan Atlet Muda Lewat Sekolah
Ketua PBPI Denpasar, Yonathan Andre Baskoro menegaskan, fokus utama organisasi saat ini adalah mematahkan stigma bahwa padel merupakan olahraga eksklusif berbiaya tinggi.
Melalui koordinasi dengan Disdikpora Kota Denpasar, PBPI akan memperkenalkan olahraga ini ke tingkat SMP. “Kami ingin melakukan pembibitan atlet usia dini. Pintu masuknya melalui sekolah,” ujar Yonathan.
Program ini mencakup pelatihan khusus guru olahraga dengan memberikan workshop dasar-dasar padel, agar guru SMP dapat mengajarkan teknik dasar kepada siswa.
Selain itu, PBPI bekerja sama dengan pengelola lapangan untuk memberikan harga khusus bagi pelajar. Bahkan menggratiskan biaya bagi atlet yang masuk jalur pembinaan.
Infrastruktur Berstandar Internasional dan Dukungan Pemerintah
Denpasar saat ini memiliki fasilitas lapangan padel yang memadai, bahkan sebagian besar telah memenuhi standar internasional. Tingkat penggunaan lapangan pun sangat tinggi, yakni mencapai lebih dari 70 persen, dengan jumlah pemain aktif mencapai ratusan hingga ribuan orang.
Untuk mendukung antusiasme ini, PBPI Denpasar tengah mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan aset pemerintah sekitar dua are.
“Lapangannya akan kami siapkan dari PBPI, sehingga tidak ada pemborosan anggaran. Di tempat itu masyarakat bisa mengenal dan bermain padel secara gratis,” tambah Yonathan.
Target Masuk PON dan Dampak Ekonomi (Sport Tourism)
Kehadiran PBPI Denpasar juga membawa visi jangka panjang untuk membawa padel ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun, hal ini memerlukan sinergi dengan terbentuknya kepengurusan di kabupaten/kota lain di Bali.
Selain prestasi, potensi Sport Tourism menjadi kartu AS bagi Bali. Keunggulan Bali sebagai destinasi wisata dunia memberikan aliran pemain padel mancanegara dan domestik yang stabil.
Perkembangan ekosistem padel ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang nyata, seperti peningkatan pendapatan daerah, pembukaan lapangan kerja baru. Serta menggerakkan UMKM di sekitar area olahraga.
Dengan antusiasme generasi muda yang mulai mengikuti kejuaraan kelompok umur (U-14, U-16, dan U-18), PBPI Denpasar optimistis padel akan terus tumbuh pesat dan bukan sekadar tren sesaat. Baiq





