JAKARTA — balinusra.com | Ketua Umum Forum GenRe Indonesia, I Putu Arya Aditia Utama, mendorong penguatan kolaborasi lintas generasi antara Forum GenRe Se-Indonesia dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memaksimalkan pencegahan stunting.
Langkah strategis ini diambil karena stunting bukan sekadar masalah gizi, melainkan ancaman struktural terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang harus ditangani secara kolektif.
Edukasi Remaja sebagai Pencegahan dari Hulu
Berbeda dengan intervensi yang bersifat reaktif, kerja sama dengan Forum GenRe Indonesia berfokus pada upaya preventif dari hulu. Melalui edukasi yang menyasar remaja sebagai calon orang tua masa depan, kolaborasi ini memastikan bahwa pemenuhan gizi menjadi prioritas yang berkelanjutan.
Poin penting kolaborasi ini meliputi edukasi berkelanjutan menyasar remaja agar memahami pentingnya gizi sebelum berkeluarga.
Poin berikutnya intervensi preventif dengan mengalihkan fokus dari sekadar pengobatan menjadi pencegahan sejak dini. Serta sinergi lapangan yang menggabungkan kekuatan kader remaja dengan tenaga pendamping keluarga di masyarakat.
“Pencegahan stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Butuh sinergi nyata antara berbagai elemen. Termasuk antara Tim Pendamping Keluarga yang selama ini bekerja di garis terdepan dengan Genrengers yang punya kapasitas edukasi di kalangan remaja,” ujar Arya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Dua Juta Fasilitator Remaja Siap Bergerak
Forum GenRe Indonesia memiliki aset nasional yang signifikan dalam misi ini. Sejak tahun 2021, kader yang dikenal sebagai Genrengers telah dilatih secara sistematis sebagai edukator pemenuhan gizi.
Saat ini, terdapat lebih dari 2 juta fasilitator remaja di seluruh Indonesia yang siap mengedukasi sesama rekan sebaya mengenai pentingnya gizi dalam mencegah stunting.
Kapasitas besar ini akan dioptimalkan melalui kolaborasi dengan TPK untuk menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan mendalam.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan BKKBN
Inisiatif kolaborasi lintas generasi ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji.
Menurutnya, dukungan ini menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar objek pembangunan. Melainkan subjek aktif yang berperan partisipatif dalam memajukan masa depan bangsa. Baiq





