FH UNR Lepas 127 Sarjana Hukum, 60 Persen Lulusan Sudah Terserap Dunia Kerja

Yudisium FH UNR ke-45
Dekan FH UNR, Dr. Cokorda Gede Swetasoma, S.H., M.H.,melepas lulusan pada acara yudisum ke-45, Sabtu (13/9/2026). Foto : Andika

DENPASAR – balinusra.com | Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) melepas 127 sarjana dalam Upacara Yudisium ke-45. Kegiatan berlangsung di Auditorium UNR, Sabtu (12/9/2026).

Dekan FH UNR, Dr. Cokorda Gede Swetasoma, S.H., M.H., mengatakan hampir 60 persen lulusan telah memasuki dunia kerja. Sementara sekitar 40 persen lulusan masih berada dalam masa tunggu.

Menurut Swetasoma, FH UNR terus mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu memahami perkembangan dan dinamika hukum di masyarakat.

Hal itu sejalan dengan tema Yudisium ke-45. Tema tersebut yakni “Legal Innovation Nation’s Elevation: Berinovasi dengan Hukum, Mengangkat Martabat Bangsa di Era Globalisasi.”

“Tema tersebut agar lulusan kami agar bisa memberikan pandangan dan pembaharuan terhadap dinamika yang berkembang saat ini di masyarakat,” kata Swetasoma.

FH UNR Perkuat Praktik Peradilan

FH UNR memberikan berbagai pengalaman praktik kepada mahasiswa. Salah satunya melalui kegiatan praktik peradilan semu.

Swetasoma menilai kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa. Praktik itu juga membantu mahasiswa memahami proses hukum secara langsung.

Ia berharap lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pekerja. Lulusan juga dapat menjadi pionir dan praktisi yang berkontribusi terhadap perkembangan ilmu hukum.

FH UNR, lanjutnya, tetap membuka ruang bagi lulusan untuk berkiprah di dunia praktisi.

“Saya rasa di tingkat persaingan, kualitas lulusan kami di Fakultas Hukum dari tahun ke tahun itu sudah teruji, dan hampir mayoritas sudah memiliki atau menempati posisi-posisi strategis di dunia kerja mereka masing-masing, termasuk juga di lingkungan kepraktisian,” tambahnya.

FH UNR Pertahankan Akreditasi Unggul

Rektor UNR, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.M., M.Hum., mengapresiasi berbagai capaian FH UNR.

Salah satunya, FH UNR berhasil mempertahankan akreditasi unggul Program Studi Hukum.

FH UNR juga meraih prestasi dalam ajang akademik internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Ini merupakan prestasi yang secara kontinu dilaksanakan dan dipertahankan oleh Fakultas Hukum. Saya selaku rektor tentu sangat bangga dengan prestasi Fakultas Hukum,” ujarnya.

Di sisi lain, Tirka mengakui perguruan tinggi swasta masih menghadapi berbagai tantangan. FH UNR juga menghadapi tantangan serupa.

Namun, ia optimistis seluruh jajaran fakultas dapat menghadapi tantangan tersebut melalui kerja bersama.

Menurut Tirka, dekanat, wakil dekan, kepala program studi, Gugus Penjaminan Mutu (GPM), dan civitas akademika terus menyusun strategi.

Langkah tersebut penting untuk menghadapi perkembangan pendidikan tinggi.

FH UNR Buka Jalur RPL

FH UNR juga membuka jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat.

Melalui RPL, perguruan tinggi dapat mengakui pengalaman kerja serta pendidikan nonformal dan informal seseorang. Pengakuan tersebut dapat masuk dalam satuan kredit semester (SKS).

Program ini juga dapat membantu mahasiswa memperpendek masa studi.

“Kami di Fakultas Hukum sudah memiliki RPL ya. Jadi, seluruh masyarakat jika ingin melanjutkan sudah lebih mudah lagi,” pungkasnya.

Pada Yudisium ke-45, Putu Suci Maharani menjadi lulusan terbaik. Ia meraih IPK 3,98.

Ni Luh Putu Arik Suandari menempati peringkat kedua dengan IPK 3,96. Sementara Wandi Yanto Saputra berada di peringkat ketiga dengan IPK 3,93. Baiq