Dorong Ekonomi Lokal, Dispar Badung Alokasikan Rp 16,7 Miliar untuk Infrastruktur 5 Desa Wisata

Dorong Ekonomi Lokal, Dispar Badung Alokasikan Rp 16,7 Miliar untuk Infrastruktur 5 Desa Wisata
Desa Wisata Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Badung.

BADUNG – balinusra.com | Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memperkuat sektor pariwisata kerakyatan. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), Pemkab Badung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 16,7 miliar pada APBD 2026 khusus untuk memperkuat infrastruktur di lima desa wisata strategis.

Langkah ini sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik destinasi. Sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Fokus Penataan di Lima Desa Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung, merinci bahwa terdapat lima desa yang menjadi fokus penataan tahun ini, yaitu Desa Kapal, Petang, Munggu, Bongkasa Pertiwi, dan Pangsan.

“Lingkup pekerjaan di masing-masing desa ini berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” katanya, Selasa (28/7/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pembangunan tersebut rencananya mencakup berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari monumen ikonik hingga fasilitas umum bagi wisatawan.

Di Desa Wisata Kapal rencananya akan membangun Monumen Siat Tipat, patung Patih, Patung Kebo Iwa, patung kuda. Serta melakukan penataan halaman.

Kemudian, Desa Wisata Petang akan fokus pada pembangunan candi bentar, tembok penyengker, dinding penahan tanah, Bale Saka Pat, bangunan pengelola, toilet umum, pos informasi, area parker. Hingga penataan kawasan secara menyeluruh.

Selanjutnya di Desa Munggu akan fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang taman, area parkir, planter, panggung, tembok penyengker, hingga candi bentar.

Untuk Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, pembangunannya meliputi ruang ganti, Bale Saka Pat, ruang tunggu, Bale Gong, los, tempat melukat, kolam perendaman, kolam ikan. Serta penataan kawasan Pura Taman Beji Tirta beserta fasilitas pendukung lainnya.

“Sedangkan Desa Wisata Pangsan, cakupan pekerjaannya meliputi gazebo, kantor pengelola, patung, tempat suci. Serta penataan halaman, landscape, dan penataan gapura,” terang Putri Mas Agung.

Sinergi dengan Program Prioritas Nasional

Putri Mas Agung juga menegaskan, langkah Pemkab Badung ini sejalan dengan visi Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan potensi desa wisata di seluruh Indonesia.

“Pengembangan desa tersebut merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata agar manfaat ekonomi pariwisata dapat masyarakat rasakan. Apa yang kami kerjakan di Badung adalah dukungan daerah terhadap program prioritas nasional tersebut,” katanya.

Saat ini, proyek-proyek tersebut masih berada dalam tahap pengadaan barang dan jasa sebelum memasuki fase pembangunan fisik. Sebagai informasi, Kabupaten Badung kini memiliki 18 desa wisata yang telah ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Bupati Badung Nomor 22 Tahun 2021.

Melalui investasi besar ini, pemerintah daerah berharap kualitas pariwisata di perdesaan akan semakin meningkat.

“Kami berharap penataan infrastruktur ini mampu meningkatkan kualitas layanan. Sekaligus memperkuat daya saing desa sebagai destinasi Pariwisata berbasis masyarakat unggulan di Badung,” pungkas Putri Mas Agung. Baiq