Dies Natalis ke-47 STIMI Handayani: Dorong Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja Era Digital

Dies Natalis ke-47 STIMI Handayani Dorong Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja Era Digital
Ketua STIMI Handayani melepas puluhan lulusan dalam Wisuda Sarjana ke-43, Sabtu (24/10/2026).

DENPASAR – balinusra.com | STIMI Handayani resmi melepas puluhan lulusan dalam gelaran Wisuda Sarjana ke-43 yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-47 pada Sabtu (24/10/2026) di Hotel Prama Sanur, Bali.

Para lulusan tersebut berasal dari enam program konsentrasi, yaitu Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Perkantoran, Manajemen Bisnis Pariwisata, serta Diploma III Sekretaris.

Hingga saat ini, STIMI Handayani sebagai institusi yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang manajemen, telah berhasil meluluskan 8.647 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

Mencetak Wirausahawan Mandiri Melalui Inkubator Bisnis

Ketua STIMI Handayani, Dr. Dra. Ni Ketut Karwini, M.M., menyampaikan bahwa pihak kampus telah membekali para mahasiswa dengan jiwa kewirausahaan selama masa studi, agar mereka mampu menjadi pencipta lapangan kerja setelah lulus.

“Di kampus kami sudah menyiapkan inkubator bisnis sebagai wadah persiapan mahasiswa untuk bisa belajar mandiri,” jelasnya.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, STIMI Handayani memfasilitasi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Pameran Inkubator yang diselenggarakan oleh LLDikti Wilayah VIII Bali dan NTB.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung memasarkan produk kreatif seperti kain dan kerajinan tangan sebagai simulasi praktik bisnis nyata.

“Kami memberikan pemahaman kewirausahaan kepada mahasiswa agar mereka tidak hanya menyiapkan diri sebagai pencari kerja. Tetapi juga menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” kata Dr. Karwini.

Penguatan Mutu Akademik dan Filosofi Pembelajar Sejati

Sebagai perguruan tinggi yang dikenal sebagai Kampus Ahlinya Ilmu Manajemen, STIMI Handayani terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana pembelajaran demi meningkatkan mutu akademik serta kenyamanan mahasiswa.

Pihak kampus juga tengah menjajaki pembukaan program studi baru untuk menjawab tantangan zaman yang kian cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar selaku Badan Penyelenggara STIMI Handayani, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.Hum., mengajak seluruh civitas akademika dan lulusan untuk kembali menggemakan semboyan kampus. Satyam Vidyam Jayate, yang berarti “Kebenaran Pengetahuan yang Akan Menang”.

Dr. Radendra menegaskan, pengetahuan sejati tidak hanya diukur dari gelar akademik, melainkan dari karakter pembelajar yang rendah hati, terbuka, dan berlandaskan metode ilmiah.

“Yang terpenting adalah sikap sebagai pembelajar, selalu ingin belajar, rendah hati. Tidak merasa paling pintar atau paling benar, tetapi tetap terbuka terhadap kebenaran versi lain. Pengetahuan dengan metode ilmiah membutuhkan sikap terbuka dan tidak bersikap apriori maupun berprasangka,” tegasnya.

Dr. Radendra menambahkan bahwa kemenangan berbasis pengetahuan bukan sekadar keunggulan pribadi. Melainkan kemampuan memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, negara, hingga peradaban dunia.

Adaptasi Kecerdasan Artifisial (AI) Sebagai Keniscayaan Masa Depan

Di samping penguatan karakter, Dr. Radendra menekankan pentingnya para lulusan perguruan tinggi untuk bersikap adaptif terhadap perkembangan teknologi. Khususnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Menurut Dr. Radendra, AI sebagai aset baru yang prospektif dan berpotensi menjadi sumber daya strategis di masa depan.

“Kita tidak ingin hanya menambah antrean pencari kerja, tetapi kalau bisa mereka menjadi pencipta lapangan kerja. Salah satunya dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial,” katanya.

Ia menambahkan, penguasaan AI saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, STIMI Handayani telah mengintegrasikan tren teknologi AI ke dalam kurikulum pembelajaran. Agar mahasiswa dan lulusannya memiliki kecakapan digital yang relevan dengan dunia kerja dan wirausaha.

“Jangan sampai kita menjadi gagap, tertinggal, atau mengatakan ini urusan anak IT, urusan orang yang bisa coding. Ini milik semua, teknologi diciptakan untuk kita semua dan dapat dikontribusikan untuk kemaslahatan umat manusia,” pungkasnya. Baiq