DENPASAR – balinusra.com | Usaha souvenir kayu merupakan bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata, khususnya berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Namun demikian, sebagian besar kelompok usaha souvenir wisata masih dikelola secara sederhana dengan keterbatasan kapasitas manajerial dan operasional.
Mitra kegiatan PKM ini adalah kelompok pengrajin souverni kayu di Desa Peguyangan dengan Ketua I Nym Adi Putra. Dalam proses produksinya, Nyoman Adi bekerja Bersama 5 orang pengrajin, bahkan ia merangkul pengrajin disabilitas dalam proses produksi kerajinan (souvenir) kayu.
Permasalahan utama yang dihadapi mitra dalam pengelolaan keuangan usaha yang belum tertata dengan baik. Permasalahan lain dalam operasional adalah penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada kelompok pengrajin souvenir kayu juga masih terbatas. Aktivitas produksi kerajinan melibatkan berbagai risiko kerja, seperti penggunaan alat tajam, paparan bahan kimia (lem, cat, dan pelitur), debu, serta posisi kerja yang tidak ergonomis namun belum menggunakan alat pelindung diri (APD).
Permasalahan pengelolaan keuangan dan K3 tersebut menunjukkan bahwa kelompok pengrajin souvenir kayu masih membutuhkan pendampingan yang bersifat aplikatif serta penyediaan alat pendukung untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika sektor pariwisata.
Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa ini dirancang untuk memberikan solusi konkret melalui peningkatan pengelolaan keuangan usaha dan penerapan K3 yang diberikan oleh tim peneliti Dr. Ni Luh Anik Puspa Ningsih, SE.,MM dari Fakultas Ekonomi dan Bisinis, dan Dr. dr. Putu Nita Cahyawati, M.Sc dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa. Mahasiswa membantu pendampingan mitra dalam pencatatan keuangan dan pentingnya penggunaan alat pelindung diiri (APD)
Melalui kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat mitra dalam meningkatkan efektivitas usaha melalui pemantauan arus kas, menghitung keuntungan secara akurat, serta mengevaluasi penggunaan modal usaha sehingga volume produksi lebih maksimal.
Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya bahaya dan keselamatan kerja serta memperhatikan penggunaan alat pelindung diri APD sehingga menurunkan risiko kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil produksi
Kegiatan pengabdian di akhiri dengan pemberian bantuan berupa template pencatatan keuangan, buku jurnal, barang modal berupa cordless drill, electric spray gun, blower, Kotak P3K dan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan kerja.
Kegiatan PKM ini terselenggara atas dukungan pendanaan dari DPPM Universitas Warmadewa, serta kerjasama dengan mitra pengrajin souvenir kayu di Desa Peguyangan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.rl





