BADUNG -balinusra.com | World Convention Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) 2026 akan menghadirkan sekitar 1.400 hingga 1.500 delegasi dari 48 negara. FGBMFI menggelar konvensi di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, pada 13–15 Agustus 2026.
Konvensi ini memiliki arti khusus bagi FGBMFI Indonesia. Tahun ini, organisasi tersebut merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia.
“Pertemuan ini akan mempertemukan sekitar 1.400 hingga 1.500 delegasi dari 48 negara. Event ini juga menjadi momentum perayaan 50 tahun Jubile,” ujar National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto, dalam konferensi pers di Frangipani Room, BICC Nusa Dua, Selasa (11/8/2026).
Perkuat Visi dan Pelayanan
FGBMFI mengusung tema “One Fire, One Vision, For Acceleration” pada World Convention 2026. Tema ini mengajak anggota kembali menyalakan semangat pelayanan dan menyatukan visi. FGBMFI juga ingin mempercepat kontribusi positif para pengusaha dan profesional di dunia bisnis.
“Pertemuan ini menjadi momentum bagi FGBMFI untuk menyatakan dan menyalakan kembali semangat pelayanan, menyatukan visi, dan mempercepat pergerakan di dunia bisnis dan profesional,” imbuh Dalie.
Ribuan Delegasi Dorong Pariwisata Bali
Konvensi FGBMFI juga membawa dampak bagi pariwisata dan ekonomi Bali. Ribuan delegasi dari berbagai negara akan datang ke Nusa Dua selama kegiatan berlangsung. Sebagian delegasi juga datang bersama keluarga. Kondisi ini berpotensi meningkatkan okupansi hotel dan aktivitas ekonomi di kawasan Nusa Dua. Hotel, pusat perbelanjaan, restoran, dan sektor jasa pariwisata juga berpeluang menikmati peningkatan aktivitas selama konvensi.
FGBMFI Pilih Pendekatan Spiritual
Di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketegangan, FGBMFI memilih pendekatan spiritual melalui doa. Senior Ambassador Full Gospel Indonesia, Djinhard, mengatakan organisasi tersebut tidak berafiliasi dengan politik tertentu. “Kita hanya bisa berdoa karena kita tidak berafiliasi dengan politik tertentu, agama tertentu dan FGBMFI adalah organisasi nirlaba. Jadi satu-satunya upaya adalah dengan berdoa,” ujarnya.
Menurut Djinhard, World Convention 2026 bukan sekadar pertemuan pengusaha dan profesional. Konvensi ini juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat pelayanan dan kehidupan rohani para anggota.
Momentum 50 Tahun FGBMFI Indonesia
Memasuki usia 50 tahun di Indonesia, FGBMFI menjadikan konvensi ini sebagai momentum refleksi. Organisasi tersebut ingin mengajak anggota memahami kembali panggilan pelayanan di tengah perkembangan zaman. FGBMFI menghadirkan sejumlah agenda untuk mendukung tujuan tersebut. Agenda itu mencakup retret rohani, khotbah inspiratif, dan diskusi bersama pemimpin rohani nasional serta internasional.
Ketua Umum World Convention Bali 2026, Len Wijaya, mengatakan perayaan 50th Jubilee menjadi kesempatan untuk membangkitkan kembali semangat pelayanan. “Melalui momentum 50th Jubilee ini, kami ingin menyalakan kembali api pelayanan yang tulus di hati setiap pengusaha dan profesional. Visi besar ini menuntut penyatuan gerak langkah agar kita dapat melakukan akselerasi dalam membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ungkap Len.
Bisnis Berjalan Bersama Kepedulian Sosial
FGBMFI mendorong anggota menyeimbangkan keberhasilan bisnis dengan kepedulian sosial. Organisasi ini juga mengajak para pengusaha dan profesional memberi kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui World Convention 2026 di Bali, FGBMFI berharap para delegasi membawa semangat pelayanan baru ke negara masing-masing.
Organisasi tersebut ingin membangun komunitas pengusaha dan profesional global yang tidak hanya mengejar kesuksesan bisnis. FGBMFI juga ingin memperkuat nilai pelayanan, integritas, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan profesional. Baiq





