BADUNG – balinusra.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi membuka BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 di kawasan Sidewalk Pulau Peninsula, The Nusa Dua, Badung, pada Sabtu (8/8/2026) petang. Event ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan budaya, kreativitas, komunitas, serta pelaku UMKM Bali dengan wisatawan dalam satu ekosistem ekonomi yang hidup.
Gubernur Koster menegaskan, Nusa Dua Eco Market bukan sekadar hiburan, melainkan wadah interaksi nyata antara pariwisata berkelas dunia dengan masyarakat lokal.
“Ini cara ITDC berinteraksi dengan wisatawan dan juga masyarakat di kawasan ini, terutama masyarakat Desa Bualu,” kata Wayan Koster.
UMKM Jangan Pulang Bawa Dagangan: Strategi Ekonomi Kerakyatan
Salah satu poin penting dalam arahan Gubernur Koster adalah kepastian pasar bagi pelaku usaha. Ia meminta agar produk UMKM yang dipamerkan di Eco Market benar-benar terserap oleh pasar.
Bahkan koster memberikan instruksi khusus kepada ITDC dan BRI untuk bertanggung jawab jika ada barang yang tidak terjual.
“Kalau tutup, dia ada barang sisa jangan sampai dibawa pulang. Bapak tanggung jawab beli semua,” tegas Koster.
Ia mengusulkan gerakan “berbelanja dan berbagi”, di mana produk sisa dibeli oleh penyelenggara untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat atau wisatawan sebagai suvenir.
Kondisi Pariwisata Bali 2026 dan Kenaikan Hunian Hotel
Gubernur Koster juga memaparkan data terkini mengenai ekonomi Bali yang 66 persennya masih bergantung pada sektor pariwisata. Wisatawan mancanegara hingga 31 Juli 2026, kunjungan tumbuh 0,4 persen (YoY) dengan rata-rata 22.000–24.000 kunjungan per hari.
Kemudian, okupansi hotel juga meningkat. Meski kunjungan domestik turun 8 persen akibat harga tiket pesawat yang tinggi, tingkat hunian hotel bintang 5 justru meningkat hingga mencapai 90 persen. Bahkan di kawasan ITDC menembus 95 persen.
Gubernur Koster juga mengungkap penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) se-Bali mencapai Rp 4,1 triliun hingga Juli 2026. Kabupaten Badung menyumbang Rp 2,9 triliun atau sekitar 71 persen.
Nusa Dua sebagai Living Destination
Sementara itu, Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka menjelaskan, event ini adalah bagian dari strategi untuk menjadikan Nusa Dua sebagai living destination.
Kawasan tersebut tidak hanya menawarkan akomodasi mewah, tetapi juga aktivitas komunitas yang hidup sepanjang tahun melalui seni, budaya, olahraga. Serta pemberdayaan ekonomi lokal.
BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 sendiri menghadirkan 50 tenant UMKM yang mencakup sektor kuliner, fesyen, hingga produk kreatif. Berbagai aktivitas seperti tari Nusantara, yoga, zumba, hingga fashion show turut memeriahkan suasana untuk memberikan pengalaman berwisata yang lebih kaya bagi para tamu.
Gubernur Koster berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut dan meminta kembali menggelar kegiatan serupa pada Desember 2026. “Ini cara kita untuk membangun kebersamaan, harmoni dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan,” pungkasnya. Baiq





