JAKARTA – balinusra.com | Pemerintah Provinsi Bali mulai serius menjajaki skema pembiayaan kreatif (creative financing) melalui penerbitan obligasi daerah, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Langkah strategis ini diawali dengan pertemuan antara Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Jakarta pada Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri agar Bali melakukan studi banding ke Jakarta, terkait inovasi pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Inovasi Pembiayaan di Luar APBD
Gubernur Koster menjelaskan, selain obligasi daerah, diskusi tersebut juga mencakup pemanfaatan Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Serta tata ruang sebagai sumber pendanaan pembangunan.
“Kami mendapat gambaran tentang inisiatif dan langkah strategis DKI Jakarta yang selanjutnya akan kami pelajari. Ada beberapa hal yang bisa diterapkan di Bali. Terutama mengenai pemanfaatan ruang udara, ketinggian bangunan, serta kerjasama dengan pihak swasta,” kata Koster.
Ia berharap langkah ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang krusial bagi peningkatan kualitas pariwisata di Bali. Hasil pertemuan ini akan segera dibahas oleh tim teknis di Bali untuk disesuaikan dengan regulasi daerah maupun peraturan gubernur yang berlaku.
Pemerintah Daerah Harus Berpikir ‘Out of The Box’
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya bergantung pada pola konvensional dalam meningkatkan APBD.
“Dalam situasi ekonomi saat ini, kita menghadapi tantangan dalam meningkatkan APBD. Kita harus berpikir out of the box. Salah satunya melalui penerbitan obligasi daerah,” ungkap Pramono.
Selain itu, ia juga membagikan pengalaman Jakarta dalam menerapkan KLB dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L) yang berpotensi untuk dikaji di Bali.
Solusi Kemacetan di Badung Selatan
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyoroti urgensi pembiayaan ini bagi wilayahnya. Mengingat 74 persen sektor pariwisata Bali berpusat di Kabupaten Badung. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah persoalan kemacetan.
Pemerintah Kabupaten Badung sendiri telah memulai langkah inovatif dengan membangun ruas jalan baru di wilayah Badung Selatan. Pembangunan tersebut menggunakan skema pembiayaan kolaboratif bersama pihak ketiga.
“Kedepan, program peningkatan infrastruktur jalan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan masih membutuhkan dukungan pembiayaan yang besar. Oleh karena itu, kami sangat terbuka terhadap opsi penerbitan obligasi daerah,” kata Adi Arnawa. Baiq





