Pemkot Denpasar Bakal Tata Wajah Pusat Kota, Kawasan Gajah Mada Jadi Prioritas Revitalisasi

Pemkot Denpasar Bakal Tata Wajah Pusat Kota, Kawasan Gajah Mada Jadi Prioritas Revitalisasi
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat diskusi tentang penataan wajah kota bersama para seniman dan pemilik toko di Jalan Gajah Mada yang berlangsung di Bhineka Djaya, Selasa (4/8/2026).

DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Kota Denpasar tengah mematangkan rencana penataan wajah pusat kota guna menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Proyek strategis ini akan menyasar sejumlah titik landmark penting, dengan Kawasan Gajah Mada sebagai salah satu fokus utama dalam penataan tersebut.

Menjaga Nilai Sejarah dan Karakter Kota

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa penataan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata. Pemkot melibatkan seniman ternama, seperti Putu Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra (Kedux) untuk memberikan masukan terkait estetika serta penguatan identitas kota.

“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru. Namun tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada,” kata Jaya Negara dalam diskusi di Bhineka Djaya, Selasa (4/8/2028).

Dalam diskusi tersebut, seniman Kedux juga menambahkan bahwa wajah kota perlu dirawat (maintenance) tanpa harus mengganti sejarah awal terbentuknya kota.

Daftar Titik Penataan di Pusat Kota Denpasar

Selain Jalan Gajah Mada, beberapa titik strategis yang akan mendapatkan sentuhan revitalisasi meliputi kawasan Catur Muka, kawasan Lonceng, Patung Kuda (rencana penggunaan material logam permanen dan penyediaan spot foto). Kemudian, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tambrin, dan kawasan Suci.

Rencana ini disambut positif oleh para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada. Wirawan Tjahjadi, pemilik Toko Bhineka Djaya, menyatakan kesiapannya menjadikan bagian depan tokonya sebagai percontohan penataan pedestrian.

Target utama dari revitalisasi ini adalah mengubah pusat kota dari sekadar jalur lalu lintas menjadi destinasi wisata dan pusat ekonomi baru. Fasilitas pendukung seperti ruang duduk, toilet, dan spot foto akan ditambah agar masyarakat bisa berlama-lama menikmati suasana kota.

Dengan penataan yang lebih segar dan representatif, pusat Kota Denpasar diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman bagi interaksi masyarakat. Sekaligus daya tarik unggulan bagi wisatawan. Baiq