Siswa SMPN 3 Sukawati Tingkatkan Literasi Bahaya Mikroplastik demi Masa Depan Lingkungan

Siswa SMPN 3 Sukawati Tingkatkan Literasi Bahaya Mikroplastik demi Masa Depan Lingkungan
Program pengabdian masyarakat Universitas Warmadewa memberikan edukasi mengenai bahaya mikroplastik bagi siswa SMPN 3 Sukawati.

GIANYAR – balinusra.com | Kesadaran akan bahaya pencemaran plastik, khususnya mikroplastik, kini menjadi isu krusial yang harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Menyadari hal tersebut, tim dosen dari Universitas Warmadewa menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Generasi Muda Peduli Lingkungan: Peningkatan Literasi Bahaya Mikroplastik” di SMPN 3 Sukawati.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Tim pengabdi diketuai oleh Ni Luh Putu Eka Kartika Sari, S.Si., M.Biomed, dengan anggota Gede Sanjaya Adi Putra, SE., MAP, dan Putu Nia Calista Santoso, B.Sc., M.Biomed.

Mengapa Literasi Mikroplastik Penting bagi Siswa?

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari degradasi plastik besar, serat sintetis pakaian, hingga produk perawatan harian.

Dalam edukasi ini, siswa diajak memahami bahwa mikroplastik dapat masuk ke dalam rantai makanan. Mulai dari plankton, ikan, hingga akhirnya dikonsumsi manusia, yang berpotensi memicu gangguan kesehatan jangka panjang.

Selain dampak kesehatan, materi juga menekankan fakta bahwa plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai di alam.

Oleh karena itu, perubahan perilaku seperti mengurangi plastik sekali pakai dan membawa wadah sendiri menjadi langkah nyata yang didorong dalam program ini.

Belajar Seru dengan Pendekatan Interaktif

Untuk memastikan materi tersampaikan dengan baik, para siswa SMPN 3 Sukawati dilibatkan dalam berbagai aktivitas menarik. Diantaranya penyampaian konsep melalui pendekatan interaktif agar materi lebih mudah diingat.

Kemudian, edukasi membedakan sampah organik dan anorganik sebagai dasar pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk merancang dan mempresentasikan kampanye singkat mengenai bahaya mikroplastik.

Program ini tidak hanya fokus pada sisi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga mengenalkan konsep ekonomi kreatif. Siswa diajarkan bahwa sampah plastik dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.

Sampah plastik dapat diolah menjadi ecobrick dan kerajinan tangan (tas, dompet, hiasan). Serta sebagai bahan campuran untuk paving block.

Harapan Menjadi Agen Perubahan

Dengan mengubah paradigma bahwa plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah, diharapkan muncul kesadaran ekonomi yang berkelanjutan di kalangan siswa.

Melalui program literasi lingkungan ini, siswa SMPN 3 Sukawati tidak hanya memahami bahaya mikroplastik secara teori, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing.

Karena edukasi sejak dini adalah kunci utama dalam menciptakan generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi. Baiq