Implementasi SJUT-IPT Sanur, Pemkab Denpasar Modernisasi Infrastruktur Kabel Bawah Tanah

Implementasi SJUT-IPT Sanur, Pemkab Denpasar Modernisasi Infrastruktur Kabel Bawah Tanah
Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat melaksanakan Survei Teknis dan Pengujian Teknis Redaman Kabel SJUT-IPT Kawasan Sanur, Rabu (15/7/2026).

DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Kota Denpasar terus mempercepat transformasi kawasan Sanur menjadi destinasi wisata unggulan melalui modernisasi infrastruktur. Langkah strategis ini diwujudkan melalui implementasi program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu dan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT), yakni pemindahan kabel telekomunikasi udara ke bawah tanah.

Penataan ini bertujuan untuk mengembalikan estetika kawasan heritage Sanur sekaligus meningkatkan kualitas layanan infrastruktur perkotaan.

Sebagai persiapan menuju tanggal implementasi pada 15 Agustus 2026, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin langsung Survei dan Pengujian Teknis Redaman Kabel pada Rabu (15/7/2026).

Uji Coba Teknis dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam kegiatan survei tersebut, Sekda Eddy Mulya didampingi oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota Denpasar, termasuk Asisten I Sekda Komang Lestari Kusuma Dewi, Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma I Nyoman Putrawan. Serta perwakilan dari APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia) wilayah Bali.

“Kita menyambut baik penataan kawasan Sanur sebagai destinasi unggulan. Salah satu yang ditata adalah pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi melalui SJUT-IPT. Dengan demikian, kabel-kabel udara yang selama ini semrawut dapat dipindahkan ke bawah tanah. Sehingga kawasan Sanur menjadi lebih indah, nyaman, dan berestetika,” kata Eddy Mulya.

Program SJUT-IPT ini didasarkan pada regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali). Pemerintah telah menunjuk Perumda Bhukti Praja Sewakadharma sebagai badan penyelenggara resmi. Eddy Mulya menjelaskan bahwa tahap sosialisasi dan edukasi kepada para pemangku kepentingan telah rampung.

“Hari ini kita bersama-sama melakukan uji coba di lapangan. Segala kelebihan maupun kekurangan yang ditemukan akan menjadi bahan evaluasi. Masukan dari APJATEL sangat penting agar implementasi SJUT-IPT di Sanur berjalan optimal saat mulai menerapkannya pada 15 Agustus mendatang,” jelasnya.

Pemkot Denpasar juga memproyeksikan Sanur sebagai proyek percontohan (pilot project). Jika berhasil, model kabel bawah tanah ini akan diterapkan di kawasan strategis lain, seperti kawasan heritage Jalan Gajah Mada.

“Harapan kami, Sanur menjadi destinasi yang unggul. Baik dari sisi infrastruktur perkotaan, pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, hingga pelayanan di sepanjang kawasan pantai. Ke depan, konsep ini juga akan dikembangkan di titik-titik strategis lainnya di Kota Denpasar,” tambah Eddy Mulya.

Dukungan Penuh dari Perumda dan APJATEL

I Nyoman Putrawan selaku Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma, menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi mandat regulasi tersebut dengan standar yang optimal.

“Posisi kami adalah melaksanakan regulasi. Baik Perda maupun Perwali menjadi dasar dalam pelaksanaan SJUT-IPT. Berbagai masukan teknis yang diperoleh saat uji coba hari ini akan kami sempurnakan. Sehingga pelaksanaan nantinya sesuai standar dan berjalan optimal,” tegas Nyoman Putrawan.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah APJATEL Bali, Dodi Simanjuntak, menyampaikan komitmen pihaknya untuk menyelaraskan aspek teknologi antar operator agar proses transisi berjalan mulus.

“Kami mendukung sejak tahap sosialisasi. Dari uji coba ini masih ada beberapa hal teknis yang perlu penyempurnaan. Baik terkait desain, teknologi masing-masing operator maupun parameter teknis lainnya. Hasil evaluasi akan kami bahas bersama seluruh anggota APJATEL dan selanjutnya kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai bahan penyempurnaan implementasi,” ujar Dodi.

Melalui langkah berani ini, Pemerintah Kota Denpasar optimis Sanur akan bertransformasi menjadi kawasan wisata yang lebih rapi, aman, dan modern. Sekaligus memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata heritage yang unggul. Baiq