DENPASAR, balinusra.com – Pemerintah Provinsi Bali mengerahkan sebanyak 3.774 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 8 Juni hingga 31 Agustus 2026. Ribuan petugas tersebut akan disebar ke seluruh kabupaten/kota di Bali untuk mendata kondisi ekonomi keluarga serta berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga usaha berskala besar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 647.337 unit usaha di Provinsi Bali, yang terdiri atas 1.803 usaha besar, 12.578 usaha menengah, dan 632.956 usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Secara keseluruhan, Sensus Ekonomi 2026 menargetkan pendataan terhadap sekitar 1,71 juta unit usaha dan keluarga di seluruh Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.
“Kita harus menggunakan data sebagai landasan yang pasti dan akurat dalam menyusun setiap perencanaan pembangunan ke depan,” tegas Koster saat peluncuran Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (11/7/2026).
Ia juga mengimbau seluruh kepala daerah di Bali untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan mendorong masyarakat memberikan data yang benar dan akurat. Dengan demikian, pemetaan kondisi ekonomi daerah dapat dilakukan secara optimal sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
Menurut Koster, pendataan ekonomi keluarga akan menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat, pola penghidupan keluarga, keterkaitan antara kegiatan usaha dengan kesejahteraan rumah tangga, hingga dinamika ekonomi yang terjadi di tingkat akar rumput.
“Dengan begitu, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan mampu memberikan potret yang lebih utuh mengenai kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Hasil sensus nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian Bali, persebaran aktivitas ekonomi antarwilayah, produktivitas berbagai sektor usaha, perkembangan UMKM, tingkat daya saing daerah, hingga kondisi ekonomi keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat Bali.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan Sensus Ekonomi merupakan kompas bagi perjalanan pembangunan nasional. Menurutnya, data yang berkualitas akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Melalui data yang berkualitas, arah pembangunan akan semakin tepat sehingga Indonesia dapat terus bergerak maju,” ujarnya. Baiq





