BADUNG – balinusra.com | Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengikuti prosesi suci Mulang Pekelem yang merupakan bagian dari rangkaian Puncak Karya Tawur Balik Sumpah Agung, Pujawali Pedudusan Agung (Catur Niri) Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (7/7/2026).
Ritual ini dilaksanakan di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, sebagai bentuk permohonan keselamatan bagi alam semesta.
Makna Ritual Mulang Pekelem bagi Keseimbangan Jagat
Prosesi Mulang Pekelem bukan sekadar ritual biasa, melainkan simbol penyelarasan hubungan antara manusia dengan alam semesta. Persembahan suci yang dilarung ke tengah samudra ini bertujuan untuk memohon keseimbangan, keselamatan, dan kerahayuan jagat.
Bupati Adi Arnawa menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan karya agung ini. Mengingat Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat di Bali.
“Melalui yadnya ini, kita bersama-sama memohon agar alam semesta tetap harmonis, masyarakat diberikan keselamatan. Serta Kabupaten Badung senantiasa berada dalam suasana yang damai dan sejahtera,” kata Bupati Adi Arnawa di sela-sela prosesi.
Selain untuk keharmonisan lokal, pelaksanaan Tawur ini juga menjadi sarana doa bersama agar situasi di Kabupaten Badung, Bali, hingga Indonesia tetap kondusif. Hal ini dianggap penting mengingat dinamika geopolitik dunia yang sedang tidak menentu.
Dukungan pemerintah terhadap upacara di Pura Sad Kahyangan, termasuk Pura Luhur Puncak Mangu, merupakan wujud bakti dan tanggung jawab untuk menciptakan kerahajengan (kesejahteraan) di wilayah Badung.
Pengaturan Pemedek dan Jadwal Pujawali
Dalam kesempatan tersebut, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menjelaskan, rangkaian karya ini telah berlangsung selama sebulan dan akan mencapai puncaknya hingga 14 Juli 2026.
Berikut adalah poin-poin penting bagi masyarakat (pemedek) yang ingin bersembahyang:
Estimasi Pemedek: Diperkirakan mencapai 30.000 hingga 40.000 orang setiap harinya selama masa pujawali.
Pengaturan Area Sembahyang: Pada hari puncak, untuk mengantisipasi kepadatan di Utama Mandala dan Madya Mandala, pemedek diarahkan melakukan persembahyangan di area penyawang atau bagian bawah pura.
Waktu Operasional: Pengaturan khusus di area penyawang berlaku mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA.
Dengan pengaturan ini, diharapkan seluruh rangkaian prosesi keagamaan dapat berjalan dengan khidmat tanpa mengurangi kenyamanan umat yang datang untuk berbhakti. Baiq





