TABANAN – balinusra.com | Ajang sport tourism Bali Tourism Run 2026 yang digelar di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, pada Minggu (21/6/2026) berlangsung sukses.
Selain mempromosikan gaya hidup sehat, kegiatan ini diproyeksikan mampu mencatatkan perputaran ekonomi hingga Rp 2 miliar.
Sport Tourism di Warisan Budaya Dunia UNESCO
Diselenggarakan oleh DPD ASITA Bali, acara ini diikuti oleh sekitar 2.000 pelari, mulai dari atlet lokal hingga wisatawan mancanegara. Para peserta menempuh rute sepanjang 5 kilometer yang menyuguhkan pemandangan indah sistem Subak di Jatiluwih, yang merupakan Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Rute lari dimulai dari Telabah Gede, melewati Kedamian, Umo Duwi, Besi Kalung, dan berakhir di depan Monumen UNESCO.
Ketua Panitia, I Ketut Purna menjelaskan, tema “The Journey Begin from Jatiluwih” menjadi simbol dimulainya rangkaian menuju peringatan 100 Tahun Pariwisata Bali pada 2027 mendatang.
Dampak Ekonomi bagi UMKM dan Akomodasi
Bali Tourism Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat Tabanan. Berikut adalah beberapa poin utama dampak ekonominya:
Perputaran Uang: Estimasi awal sebesar Rp 1,5 miliar melonjak menjadi lebih dari Rp 2 miliar karena tingginya antusiasme peserta.
Pemberdayaan UMKM: Sebanyak 20 stan UMKM terlibat dalam Jatiluwih Festival VII yang menyediakan kuliner dan produk lokal khas daerah.
Okupansi Penginapan: Kehadiran ribuan pengunjung memberikan dampak positif langsung pada tingkat hunian penginapan dan homestay di sekitar lokasi.
Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, menekankan bahwa pemilihan Jatiluwih bertujuan memberikan pengalaman wisata yang lengkap, mencakup olahraga, kuliner, hingga pengenalan desa wisata.
Komitmen Pariwisata Berkelanjutan
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang membuka acara tersebut, mengapresiasi inovasi ini sebagai bentuk pariwisata berkualitas.
Ia menegaskan, sport tourism seperti ini sangat efektif untuk mengirim pesan bahwa pariwisata Bali tetap menjaga akar budaya dan kelestarian lingkungan.
Ke depan, ASITA Bali berencana menjadikan ajang lari yang sedang tren ini sebagai agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai DTW lainnya. Besakih sebagai salah satu kandidat lokasi berikutnya. Baiq





