BADUNG – balinusra.com | Kasus tumor otak di Indonesia, termasuk di Bali, masih tergolong tinggi dan menjadi tantangan besar dalam layanan bedah saraf. RS Kasih Ibu Kedonganan menekankan pentingnya literasi publik mengenai deteksi dini gejala tumor otak dan skrining guna meningkatkan keberhasilan penanganan pasien.
Menurut dr. Steven Awyono, Sp.BS, FTO, Dokter Spesialis Bedah Saraf di Kasih Ibu Hospital Kedonganan, tumor otak menempati urutan kedua dalam praktik klinis bedah saraf setelah kasus trauma.
Meskipun belum ada data komprehensif untuk wilayah Bali, gambaran di salah satu fasilitas kesehatan menunjukkan rata-rata terdapat 10 pasien baru tumor otak setiap minggu. Namun, kapasitas operasi maksimal hanya sekitar tujuh tindakan per minggu karena kompleksitas dan durasi operasi yang panjang.
Waspadai Gejala Awal Tumor Otak yang Sering Diabaikan
Salah satu kendala utama penanganan adalah keterlambatan deteksi. dr. Steven menjelaskan bahwa sakit kepala adalah gejala yang paling umum namun sering kali diabaikan.
“Sakit kepala itu gejala yang sangat abu-abu. Obatnya mudah dicari, diminum hilang, muncul lagi diminum lagi. Padahal itu harus dievaluasi lebih lanjut,” ungkap dr. Steven.
Beberapa poin penting terkait gejala dan risiko yang perlu diketahui masyarakat antara lain gejalanya bervariasi. Selain sakit kepala, gejala awal bisa muncul dalam bentuk lain tergantung pada lokasi tumor di dalam otak.
Kemudian kelompok risiko, yang mana tumor otak dapat menyerang berbagai usia. Namun, pada kasus terkait faktor hormonal, risiko lebih tinggi ditemukan pada perempuan usia 30 hingga 40 tahun. Secara umum, skrining dianjurkan mulai usia di atas 40 tahun dan diulang setiap lima tahun sekali.
Pentingnya Deteksi Dini dan Biaya Penanganan
Direktur RS Kasih Ibu Kedonganan, dr. Ni Putu Ayu Utari Laksmi, menegaskan bahwa waktu sangat menentukan dalam penanganan tumor otak. Semakin cepat terdeteksi, peluang pasien mendapatkan penanganan optimal akan semakin besar.
Mengenai biaya, penanganan tumor otak relatif tinggi, tergantung pada tingkat keparahan. “Untuk kisaran biaya bisa di atas Rp 50 juta. Kalau kondisinya semakin berat dan tumornya besar, penanganannya lebih sulit dan biaya juga akan lebih besar,” jelasnya.
Untuk mendukung diagnosis yang cepat dan tepat, RS Kasih Ibu Kedonganan telah menyediakan fasilitas penunjang medis yang terintegrasi, meliputi CT Scan, MRI, serta layanan operasi khusus.
Pemerintah juga diharapkan dapat memberikan dukungan lebih luas untuk program skrining masalah otak. Baik tumor maupun penyakit lain seperti stroke, guna meringankan beban biaya masyarakat. Baiq





