Arisan Online Twins_SJ Diduga Bodong, 85 Orang Rugi hingga Rp10 Miliar

Arisan online
Foto ilustrasi

DENPASAR – balinusra.com | Praktik arisan online dan dugaan investasi bodong kembali memicu keresahan. Kali ini, grup WhatsApp Twins_SJ menyeret nama perempuan berinisial NNS (31) alias Saska J. Puluhan anggota mengaku mengalami kerugian besar.

Saska, yang disebut berasal dari Banjar Tegal Saat Kapal, Mengwi, Badung, awalnya dikenal sebagai pengelola arisan yang dipercaya. Ia menawarkan skema keuntungan cepat dengan nominal tinggi, bahkan mencapai puluhan juta rupiah. Tawaran ini menarik banyak peserta untuk bergabung.

Salah satu korban, ND (28), mengaku mengikuti arisan sejak 2024. Pada awalnya, sistem berjalan lancar dan peserta menerima keuntungan.

“Awalnya lancar, saya ikut dari nomor bawah karena ada keuntungan. Lalu Oktober 2025 saya ditawari investasi Rp80 juta, dan bulan berikutnya saya menerima Rp100 juta. Tapi setelah itu, saat ingin menarik dana, selalu diulur-ulur,” ungkap ND, Minggu (29/3/2026).

ND mengaku merugi hingga Rp300 juta. Ia juga sempat berselisih dengan pengelola sebelum Saska keluar dari grup.

ND memperkirakan jumlah anggota grup mencapai sekitar 150 orang. Dari jumlah itu, sekitar 85 orang diduga menjadi korban. Total kerugian disebut mendekati Rp10 miliar.

Selain di Bali, aktivitas arisan ini juga menjangkau Surabaya.

“Dulu sempat ada yang keluar, tapi saya masih percaya. Sekarang saya sadar kerugiannya besar. Kami ingin ini dihentikan agar tidak ada korban baru,” tegasnya.

Ia juga menyebut anggota yang menagih dana kerap mendapat tekanan. Karena itu, para korban menuntut pertanggungjawaban pengelola.

Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

Korban menduga Saska tidak bekerja sendiri. Ia diduga melibatkan suaminya berinisial WAEW. Keduanya menggunakan rekening pribadi untuk menampung dana peserta.

Korban lain, S (26), juga mengalami kerugian. Ia mengaku tergiur karena sistem awal terlihat aman.

“Saya belum sampai setahun ikut. Awalnya aman, tapi kemudian banyak yang mengaku dirugikan, termasuk keluarga saya. Saat saya ingin menarik dana, ditawari potongan 50 persen agar cepat cair. Saya setuju, tapi tetap tidak dibayar,” ujarnya.

S mengalami kerugian sekitar Rp4 juta.

Saat ini, para korban mulai menyiapkan langkah hukum. Mereka berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Namun hingga berita ini diturunkan, pengelola arisan Twins_SJ belum memberi tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp juga belum mendapat respons.Red